Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 22.26 WIB

Terakhir 2004! 6 Petenis Tunggal Putri Indonesia Ini Pernah Masuk ke Babak Utama Grand Slam, Ada yang Capai Perempat Final

Yayuk Basuki pernah menjadi andalan Indonesia di tenis dunia. (ist)

 

JawaPos.com - Janice Tjen mencatatkan pencapaian gemilang berhasil masuk babak utama US Open 2025. Tapi, dia bukan petenis Indonesia pertama yang mencapai itu. Tercatat ada enam atlet pendahulunya yang sudah pernah debut di grand slam, dan bahkan ada yang melaju ke perempat final.

Janice Tjen maju ke babak utama US Open 2025 usai memenangi tiga pertandingan fase kualifikasi. Terakhir dia mengalahkan unggulan ketiga Aoi Ito (Jepang) dengan skor meyakinkan, 6-1, 6-2 di hard court USTA Billie Jean King Tennis Center, Jumat (22/8).

Janice Tjen bermain sangat apik dalam duel yang berlangsung selama 49 menit. Dia sukses mencatatkan empat ace, empat winner, tanpa mencatatkan unforced error sama sekali.

Kemenangan ini membuat Janice Tjen jadi wakil Indonesia satu-satunya dalam babak utama Grand Slam US Open 2025. Capaian ini terbilang sejarah karena terakhir kali ada wakil Merah Putih dalam turnamen besar bertajuk grand slam WTA adalah pada 2004 atas nama Angelique Widjaja.

Artinya, Janice bukan satu-satunya petenis tunggal putri Indonesia yang masuk babak utama grand slam. Ada lima atlet lain sudah lebih dulu melakukannya, termasuk Angelique Widjaja.

1. Lany Kaligis

Sejak era terbuka (Open) kompetisi tenis dunia dimulai pada 1968, Lany Kaligis termasuk atlet Indonesia pertama yang main di grand slam. Yakni Australian Open 1968, di mana debutnya kala itu terhenti di babak ketiga.

Setelah itu, Lany Kaligis mencicipi empat ajang grand slam selama periode 1968-1975. Namun, pencapaian terbaiknya masih sebatas babak ketiga (R3) di nomor tunggal. Dia lebih menyala saat ganda bareng Lita Liem Sugiarto, di mana mereka pernah menembus perempat final nomor ganda putri Wimbledon 1971 sebelum dihentikan Rosie Casals/Billie Jean King (Amerika Serikat).

2. Lita Liem Sugiarto

Partner duet Lany Kaligis itu termasuk petenis top Indonesia pada masanya. Lita Liem saat itu juga pernah menjajal grand slam di nomor tunggal, dengan pertama kali tampil di Australian Open 1968. Kemudian bermain lagi pada 1970.

Pencapaian Lita Liem di nomor tunggal mirip-mirip seperti Lany Kaligis. Legenda kelahiran 27 Februari 1946 itu pernah bertanding di tiga grand slam lain seperti French Open (1974), US Open (1971), dan Wimbledon (1972).

3. Romana Tedjakusuma

Sosok Romana Tedjakusuma jadi petenis tunggal putri Indonesia berikutnya yang mencicipi grand slam. Lahir di Surabaya pada 24 Juli 1976, dia mulai merasakan dunia tenis profesional pada 1990.

Kehadiran Romana Tedjakusuma saat itu langsung mencuri perhatian. Puncak kariernya terjadi pada 1994, di mana dia mampu bermain di tiga turnamen grand slam, yakni Australian Open, French Open, dan US Open. Hanya Wimbledon saja Romana tidak pernah tampil.

4. Yayuk Basuki

Legenda berikutnya tentu tidak asing lagi di telinga penggemar olahraga nasional. Yayuk Basuki adalah petenis tunggal putri terbaik sepanjang sejarah Indonesia karena pernah duduk di ranking 19 WTA.

Kariernya pun tak sembarangan. Yayuk Basuki pernah ikut lima turnamen grand slam, dengan debutnya di US Open pada 1991, lalu 1997. Dia juga pernah ikut Australian Open (1998), French Open (1996), dan Wimbledon (1997). Capaian terbaiknya adalah menembus babak perempat final di Wimbledon.

5. Wynne Prakusya

Setelah era Yayuk Basuki, tongkat estafet tenis putri Indonesia langsung dilanjutkan oleh Wynne Prakusya. Legenda kelahiran 26 April 1981 itu terjun ke profesional pada 1998 dan perlahan mulai jadi andalan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore