Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Desember 2024 | 15.01 WIB

Respons Saran SBY terkait Salary Cap di Proliga, Ketum PBVSI: Sudah Disiapkan untuk 2026

Proliga 2025 akan bergulir mulai 3 Januari hingga 11 Mei mendatang. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Umum PP PBVSI, Imam Soedjarwo buka suara soal kritik dan saran yang dilontarkan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penyelenggaraan Proliga. Salah satunya mengenai ketimpangan gaji pemain antarklub.

SBY sebelumnya secara mengejutkan mengeluarkan cuitan di media sosial X pribadinya terkait olahraga bola voli. Dia menguatarakan pendapat dan pandangannya soal perkembangan voli nasional

Pria berusia 75 tahun itu mengaku sudah aktif dalam dunia bola voli nasional selama lima tahun terakhir. Termasuk membentuk klub Jakarta LavAni untuk berkompetisi di Proliga sejak 2022. Hasilnya LavAni sukses keluar sebagai juara 2022 dan 2023.

Saat ini, SBY merupakan pemilik sekaligus dewan pembina klub Jakarta LavAni. Dia pun kerap menyambangi latihan dan menyaksikan pertandingan LavAni  jika bermain di Proliga maupun Livoli.

Jelang Proliga 2025, SBY menyoroti berkurangnya jumlah peserta untuk kategori putra. Hanya ada lima tim yang berpartisipasi. Yakni Jakarta Bhayangkara Presisi, Jakarta Lavani Livin Transmedia, Palembang Bank Sumsel, Jakarta Garuda Jaya, dan Surabaya Samator. 

Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding musim lalu. Sebab, ada tiga tim Proliga 2024 yang memutuskan absen di Proliga 2025. Yaitu Jakarta STIN BIN, Jakarta Pertamina Pertamax dan Kudus Sukun Badak.

SBY mengaku sedih dengan penurunan jumlah peserta Proliga 2025 di kategori putra. Dia pun menyatakan bahwa PP PBVSI harus menelaah dan mencari tahu penyebab penurunan jumlah peserta. 

Suami almarhumah Ani Yudhoyono itu khawatir alasan kontestan tak berminat ikut Proliga 2025 karena berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan.

"Kalau jumlahnya makin besar atau kelewat besar, saya kira klub yang ada sulit untuk membiayainya. Tidak semua klub memiliki kemampuan pembiayaan yang tinggi," cuit SBY dalam akun X pribadinya, Sabtu (14/12).

"Klub-klub yang dibentuk oleh BUMN tertentu, pasti memiliki batas anggaran yang bisa dikeluarkan. Termasuk tentunya LavAni yang pembiayaannya atas dasar sponsorship," tambahnya.

SBY menyinggung soal adanya kabar burung yang menyebut bahwa gaji pemain asing yang melonjak sangat tajam hingga melebihi kemampuan klub-klub di Indonesia. "Saya menyarankan agar PBVSI memikirkan adanya salary cap atau batas maksimal gaji bagi pemain asing," ucapnya.

Menurut SBY, gaji pemain asing yang sangat luar biasa besar tidak tepat dan justru menimbulkan kesenjangan yang makin tinggi dengan gaji atlet lokal yang prestasinya juga tidak selalu kalah dengan atlet asing. 

"Peningkatan gaji atlet asing yang tidak dibatasi ini, patut diduga menyebabkan demotivasi di kalangan klub bola voli di Tanah Air karena merasa tidak mampu lagi untuk bersaing di kancah Proliga," terangnya.

"Untuk kita ketahui bersama, kebijakan menetapkan salary cap ini juga lazim diterapkan di negara-negara lain," tulis SBY menambahkan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore