
Sejumlah pecatur putri bertanding dalam JAPFA Chess Festival di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Rabu (18/10). Kejuaraan catur tingkat nasional pada 18-22 Oktober 2023 itu diikuti 472 peserta.
JawaPos.com – Grand Master (GM) Susanto Megaranto (2540) sukses menorehkan kemenangan kelima dari 5 babak yang sudah dimainkan di katagori Open Japfa Chess Festival ke-13 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Senayan Jakarta.
Pecatur asal Indramayu, Jawa Barat, itu akan melanjutkan upayanya menggapai gelar juara di katagori Open Japfa Chess Festival ke-13 pada laga babak keenam yang dimainkan pagi hari dan babak ketujuh pada sore hari.
Pada babak kelima, Jumat (20/10/2023), Susanto berhasil menaklukkan rekan sedaerahnya Master Internasional (MI) Dede Liu (2304) pada langkah ke-31.
"Saya unggul dua bidak dan secara posisi juga lebih bagus, karena itu lawan memutuskan menyerah," kata Susanto yang bermain dengan buah putih.
Tambahan satu poin dari kemenangan ini membuat Susanto mengemas 5 poin dan menduduki puncak klasemen sementara katagori Open Japfa Chess Festival ke-13 yang diikuti 150 peserta.
Susanto ditempel ketat rekannya dari Jabar Irwanto Rck (2237) yang juga mengemas 5 poin.
Adapun pecatur terbaik Indonesia saat ini, GM Novendra Priasmoro, yang sempat bersaing ketat dengan Susanto, justru terlempar ke urutan ke-12 dengan 4 poin.
Sementara itu, pecatur putri Indonesia Theodora Walukow semakin tertinggal dari lawannya Grand Master Wanita (GMW) Janelle Mae Frayna dalam dwi tarung catur kilat 3 menit plus increament 3 detik dan catur cepat 10 menit plus increament 5 detik secara online.
Sampai dengan babak kelima dari 8 babak yang dijadwalkan, Theodora tertinggal dengan skor 1-4.
Theodora semakin tertinggal usai kembali menelan kekalahan pada babak keempat dan kelima yang berlangsung Jumat (20/10).
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem, menegaskan PB Percasi tak mempermasalahkan jika Theodora kalah dari Frayna.
Bagi PB Percasi, kata Kristianus, gelaran dwi tarung Theodora Walukow melawan Frayna bertujuan untuk memberi kesempatan kepada Theodora mengasah kemampuan dan menambah jam terbang.
"Memang wajar jika Theodora kalah melawan Frayna. Karena lawannya kelasnya sudah Grand Master. Sengaja kita pilihkan lawan yang kuat supaya Theodora dapat mengetahui tingkat permainannya. Sehingga dia semakin terpacu untuk berlatih lebih keras agar kualitas permainannya semakin meningkat dan mampu bersaing dengan pecatur-pecatur kuat," kata Kristianus Liem.
Kristianus Liem mengungkapkan PB Percasi memberikan kesempatan kepada Theodora melakoni dwi tarung lawan Frayna karena prestasi yang ditorehkannya saat berlaga di PON 2020 Papua.
"Theodora adalah peraih medali perunggu catur cepat PON. Dia juga sempat mengalahkan GMW Irene Kharisma Sukandar karenanya kita memberikan kesempatan kepadanya untuk tampil,” tutur Kristianus Liem.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
