
Photo
JawaPos.com - Tim basket putri Amerika Serikat (AS) sekali lagi membuktikan dominasi dan superioritas mereka di gelanggang olimpiade. Mereka sukses mengalungkan medali emas yang ke-9 untuk Negeri Paman Sam di Olimpiade Tokyo 2020 usai mengandaskan tim tuan rumah Jepang, Minggu (8/8).
Di atas kertas, laga AS versus Jepang sebetulnya bukanlah sebuah final ideal. Diana Taurasi dan kawan-kawan adalah raksasa bola basket putri dunia, sementara Rui Machida dan kompatriotnya adalah tim underdog yang sama sekali tidak diperkirakan bisa melangkah sejauh ini.
Ditinjau dari seluruh aspek, AS unggul segalanya. Sebaliknya buat Jepang, kalah dari AS adalah sebuah expected loss. Hasil minor yang sudah bisa diperkirakan.
Terbukti, AS menang dengan skor 90-75 di laga puncak.
Meski laga final ini terkesan timpang sebelah, ada hal yang sangat menarik untuk diperhatikan: kegigihan Jepang.
Bermain di hadapan publik mereka sendiri di Saitama Super Arena, Jepang begitu ngotot memberikan perlawanan balik kepada AS yang tak terbendung. Perjuangan mereka layak diacungkan dua jempol.
Dari awal hingga akhir permainan, mereka menerapkan pola defense ketat yang sangat disiplin dan sempat beberapa kali membuat AS kecolongan.
Kalah ukuran postur tubuh juga tidak membuat mereka bermain terlalu hati-hati. Kala tembakan-tembakan tiga angka mereka tidak menemui sasaran, para pemain Jepang tanpa ragu tetap melakukan penetrasi ke paint area, meski keberanian itu harus dibayar dengan terkena block berkali-kali.
Sama seperti laga semifinal melawan Prancis, Jepang juga kembali tampil kolektif. Seluruh pemain mereka melesakkan sedikitnya 2 poin. Point guard Nako Motohashi dan center Maki Takada tampil sebagai sosok yang kerap memecah kebuntuan poin Jepang hari ini. Mereka mencetak masing-masing 16 poin dan 17 poin. Motor serangan utama Jepang, Rui Machida melesakkan 8 angka dan 6 assist.
Namun, pada akhirnya, hal itu tidak cukup untuk menghentikan laju poin lawan. Center AS Brittney Griner betul-betul tidak bisa dihalau dengan cara apa pun. Ia sukses mencetak total 30 poin dari paint area. Aja Wilson menjadi pendulang angka terbanyak berikutnya untuk AS dengan 19 poin.
Ketika bel panjang tanda laga usai bergema, tidak ada penyesalan apa pun di wajah para pemain Jepang. Mereka tetap tersenyum, beberapa menitikkan air mata bahagia. Meski tahu bahwa kekalahan ini sudah terprediksi, mereka tetap mengerahkan segenap kemampuan demi mengubah sejarah. Sayang, misi mulia itu belum bisa terealisasi sempurna.
Jepang memang cuma meraih medali perak, tapi bukan tidak mungkin terobosan ini bisa menciptakan standar baru untuk bola basket putri Asia di masa mendatang. Amerika Serikat memang sangat layak memenangkan medali emas, tapi lebih dari itu, Jepang berhasil memenangkan hati publik bola basket dunia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
