
Angger bondan/jawa pos PATUH PROTOKOL: Para pemain Louvre Surabaya saat melawan Pacific Caesar di DBL Arena, Surabaya, di seri keenam IBL (8/3).
JawaPos.com – Louvre Surabaya sulit mencari tempat latihan untuk persiapan lanjutan Indonesian Basketball League (IBL). Rencananya, IBL bergulir pada 13–27 Oktober.
Pemilik Louvre Erick Herlangga menjelaskan, karena diperbolehkan daerah masing-masing, beberapa tim sudah mengadakan latihan. ’’Sementara di Surabaya belum boleh. Jadi, kami pusing nih,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.
Ya, untuk Surabaya, Louvre benar-benar tidak bisa berkutik. Sebab, larangan bermain basket sudah tertuang dalam peraturan wali kota. ’’Jadi, tidak bisa. Masak kami mau melawan peraturan wali kota,’’ katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
