
Lalu M Zohri bersama para atlet lari lainnya melakukan latihan core untuk proses rehabilitasi di Stadion Madya GBK, Kamis 23/5/19. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.
JawaPos.com – Pelatnas atletik memang sudah dibubarkan. Atlet dikembalikan ke daerah masing-masing secara permanen. Sampai saat ini belum ada keputusan kapan atlet akan dipanggil lagi ke pelatihan terpusat di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
Namun, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung berharap pengprov PASI tidak berhenti memonitor atlet.
Cepat atau lambat, pelatnas akan dimulai lagi. Paling tidak sebelum tahun berganti. Sebab, tahun depan agenda sangat padat. Tigor menyebut nama-nama atlet di pelatnas maupun nonpelatnas sudah dikantongi.
Jika menunjukkan kualitas yang mumpuni, bukan tidak mungkin atlet nonpelatnas bisa menggeser mereka yang lebih diprioritaskan untuk pelatnas.
’’PB PASI memiliki data terkini. Mereka kalau bagus, kami cek. Jadi, bisa saja kalau pembibitannya di daerah bagus, kami panggil,’’ jelas Tigor.
Karena itu, pihaknya berharap pengprov PASI di daerah melengkapi berbagai fasilitas penunjang. ’’Bagaimana menggunakan alat-alat. Ada treadmill tidak di lintasan,’’ rincinya.
Soal pendanaan, Tigor menyatakan sudah mengajukan revisi proposal ke Kemenpora mengenai program menuju SEA Games 2021 dan Olimpiade Tokyo 2020. ’’Tapi, anggaran 2020 ini masih digodok. Semoga cepat keluar dan masih bisa dialokasikan dananya,’’ harapnya.
Selain anggaran, yang dikhawatirkan jika menggelar pelatnas di Jakarta adalah kesehatan dan keselamatan atlet. Sebab, saat ini grafik penularan Covid-19 masih terus naik.
Pelatih Eni Nuraini mengatakan, dengan kondisi ibu kota yang belum kondusif, sebaiknya atlet belum kembali ke pelatnas. Mereka diharapkan tetap berlatih di daerah. Terutama bagi atlet-atlet yang diproyeksikan ke event besar tahun depan.
’’Meski di daerah, program tetap diberikan kepada anak-anak. Lalu Zohri dan kawan-kawan melakukan latihan mandiri,’’ jelas Eni. ’’Setiap atlet mengirimkan video latihannya. Dari video itulah nanti dievaluasi mana saja program yang bisa berjalan atau tidak. Sebab, fasilitas di daerah tidak sebaik di Jakarta,’’ lanjut dia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
