Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Maret 2021 | 19.30 WIB

Insiden di All England, NOC Laporkan BWF ke Arbitrase Internasional

HARUS ISOLASI: Dari kiri, M. Ahsan, Hendra Setiawan, dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo hanya bertanding sekali di All England 2021. (WORLD TOUR SUPER 1000) - Image

HARUS ISOLASI: Dari kiri, M. Ahsan, Hendra Setiawan, dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo hanya bertanding sekali di All England 2021. (WORLD TOUR SUPER 1000)

JawaPos.com – Insiden tim bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari turnamen All England 2021 bakal berbuntut. Tidak hanya melayangkan protes kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), persoalan tersebut bakal dibawa ke arbitrase internasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan, berdasar informasi yang masuk, tim Indonesia tidak mendapatkan perlakuan yang baik. ’’Bayangkan, tim kita sudah bertanding, kemudian dihentikan dan bahkan setelah dikeluarkan dari arena suruh jalan kaki, biasanya naik shuttle bus. Naik lift tidak bisa. Ini perilaku yang diskriminatif,” katanya kemarin (19/3).

Dia menilai BWF tidak profesional, tidak transparan, dan diskriminatif.

”Kami sangat kecewa. BWF tidak boleh buang badan, berlindung pada kebijakan di Inggris,’’ imbuh Amali.

Presiden Joko Widodo, kata dia, turut memonitor permasalahan tersebut. Presiden meminta untuk mencari langkah-langkah cepat dan terbaik. Terutama untuk menyelamatkan pemain. ’’Di sisi lain, presiden juga meminta perlakuan tidak baik kepada kita ini tidak didiamkan. Tentu ada jalurnya. Jalur komunikasi melalui NOC (National Olympic Committee) dan federasi,’’ jelasnya.

Zainudin Amali juga dengan tegas menyuarakan reformasi di organisasi BWF. Dia meminta kepada Presiden Badminton Asia Anton Subowo untuk bergerak dan membantu tim Indonesia. ’’Jangan toleransi dengan apa yang dilakukan terhadap kita. Saya meminta supaya juga melihat dan ada langkah dukungan,’’ ujarnya.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengaku, selain dengan Kemenpora, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemenlu dan Asian Badminton Federation untuk meneruskan tragedi itu ke arbitrase internasional. Selain itu, pihaknya akan meneruskan ke IOC (International Olympic Committee). Tujuannya agar kejadian serupa tidak lagi terjadi. ’’Kami tidak ingin hal ini jadi preseden dan terjadi di tempat lain,’’ tegasnya.

Menurut dia, apa pun yang sekarang dialami atlet Indonesia dicatat dunia sebagai bentuk ketidakprofesionalan BWF dalam All England. ’’Ini fakta para pejuang kita ada di Birmingham dan diperlakukan seperti itu. Ini jadi komplain resmi dari kita,’’ katanya.

Baca juga: Biaya Bengkak, Eks Juara Dunia Sarankan Pemerintah Bantu Hendra/Ahsan

Secara terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya mengatakan, saat ini yang menjadi fokus pihaknya adalah memastikan keamanan dan keselamatan pemain di Birmingham. Dia juga akan mengupayakan tim bisa kembali ke tanah air secepatnya dengan aman dan nyaman.

Senada, Manajer Tim Indonesia di All England Ricky Subagja mengatakan, saat ini fokus dari tim ialah kembali ke tanah air. Sebab, keinginan untuk bisa kembali berlaga di All England sudah tidak memungkinkan.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=Mn7RhZ-DzLw

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore