Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2019 | 18.30 WIB

Baru Sembuh Dari Cedera Parah Dan Panjang, Tapi Mampu Raih Emas Kelima

Maria Londa SEA Games 2019 - Image

Maria Londa SEA Games 2019

JawaPos.com-Maria Natalia Londa merencanakan SEA Games 2019 sebagai penutup karirnya sebagai atlet atletik.

Dan dia pun menutup karir dengan manis setelah merebut medali emas di Stadion Atletik New Clark City kemarin. Di nomor spesialisasinya, lompat jauh, atlet 29 tahun itu mencatatkan lompatan terbaik 6,47 meter.

Londa meneteskan air mata ketika bendera Merah Putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Ini merupakan emas kelima yang diraih Londa dalam ajang SEA Games. Sekaligus medali ke-12 yang diperolehnya dari multievent Asia Tenggara tersebut.

Wajar apabila rasa haru dan bahagia bercampur mengingat dia baru saja pulih dari cedera parah pada ligamen lutut kanan dan kiri yang dideritanya sejak 2015. Ditambah, awal tahun lalu, dia didera cedera engkel.

’’Sebenarnya sudah melebihi target pribadi saya. Keluar dari riwayat cedera yang panjang itu kadang-kadang membuat kadar rasa percaya diri berada jauh di bawah,’’ ungkap Londa saat ditemui di mixed zone.

Di SEA Games 2019, Londa meraih 1 emas dan 1 perak. Medali perak diraih di nomor lompat jangkit.

Londa berencana menutup karirnya dan berfokus dengan keluarga. Dia baru saja menikah dan sedang menjalani program kehamilan. ’’Sebenarnya udah dari awal tahun lalu. Cuma bertahan benar-benar untuk menutup jadi 20 tahun berkarya di dunia atletik,’’ ungkap atlet asal Denpasar itu.

Jelas, tim Indonesia tak siap untuk menerima kabar tersebut. Apalagi, Londa masih menjadi andalan utama dan satu-satunya yang dimiliki Indonesia untuk nomor lompat jauh.

’’Jujur saja galau karena grade bawah saya masih jauh. Cuma, mau gimana lagi? Sekarang mulai program baby. Kalau memang sampai di PON, ya pasti akan sampai. Kalau nggak, ya berarti rezekinya di baby,’’ ujar Londa.

Selain karena baru sembuh dari cedera parah, Maria juga dalam kondisi menstruasi. Menurut pelatih tim nasional I Ketut Pageh, saat lompat jangkit, Londa berada dalam kondisi yang sedang sangat sakit-sakitnya karena menstruasi. Tetapi untung saja, kesakitannya reda karena pada lompat jauh. Akhirnya, dia bisa mendapatkan emas.

''Target kami sebenarnya mengambil dua emas itu, tetapi waktu lompat jangkit, ada halangan karena menstruasi itu sedang sakit-sakitnya. Untuk mengangkat kaki saja kata Maria, sakit,'' kata Pageh.

Satu emas dan satu perak ini adalah peningkatan. Pada edisi 2017 di Kuala Lumpur, Londa hanya mendulang dua perak dari lompat jauh dan lompat jangkit.

 

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore