
Pemain timnas Futsal Indonesia Israr Megantara saat pertandingan melawan Iran di final AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com–Kegagalan mengeksekusi tendangan penalti di laga final AFC Futsal Cup 2026 antara Timnas Futsal Indonesia melawan Iran sempat menjadi sorotan. Salah satu pemain Indonesia yang gagal menjalankan tugas tersebut menerima hujatan dari sebagian kecil netizen di media sosial.
Namun, jumlah komentar negatif itu jauh lebih sedikit dibandingkan apresiasi yang mengalir atas perjuangan luar biasa skuad Merah Putih yang secara mengejutkan mampu melangkah hingga partai puncak. Publik futsal Tanah Air justru banyak menyoroti mental bertanding para pemain yang tetap tampil berani menghadapi raksasa Futsal Asia seperti Iran.
Perjalanan Timnas Futsal Indonesia menuju final dinilai sebagai pencapaian bersejarah. Sebab, status Indonesia yang tidak diunggulkan sejak awal turnamen.
Kekalahan di final pun tidak menghapus kebanggaan atas kerja keras seluruh tim sepanjang kompetisi. Salah satu pemain yang paling mendapat pujian adalah Israr Megantara. Pivot andalan Indonesia itu tampil impresif di laga final dengan mencetak hattrick, sebuah prestasi langka di pertandingan sebesar final kejuaraan Asia.
Penampilan Israr menjadi simbol perlawanan Indonesia dan bukti bahwa kualitas futsal nasional terus berkembang. Di tengah euforia dan tekanan setelah laga, sebuah momen menarik terungkap ke publik.
Dikutip dari akun X @PauloDibola, Israr menceritakan suasana emosional di pinggir lapangan saat dia gagal mengeksekusi penalti dan merasa sangat bersalah. Dalam sesi wawancara, Israr mengungkapkan kalimat yang disampaikan pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto untuk menenangkannya.
”You want to forget it or I K**l you,” ujar Souto dengan nada bercanda namun tegas, sebuah cara unik untuk memutus rasa bersalah pemainnya saat itu juga.
Kalimat tersebut bukan ancaman, melainkan pendekatan psikologis agar pemain tidak larut dalam kesalahan dan tetap fokus pada pertandingan.
Cara Hector Souto menjaga mental anak asuhnya menuai apresiasi luas. Banyak pihak menilai sang pelatih paham betul bahwa beban mental di laga final bisa menghancurkan kepercayaan diri pemain jika tidak ditangani dengan tepat. Souto memilih melindungi pemain dari tekanan berlebihan, baik dari dalam maupun luar lapangan.
Israr Megantara saat ini bermain untuk Cosmo JNE Jakarta. Pemain berusia produktif itu juga dikabarkan akan segera melanjutkan karir ke Liga Futsal Spanyol bersama klub kasta kedua, Reyco Burela FC, setelah sukses menjalani trial pada Agustus 2025.
Jika terealisasi, langkah ini diyakini akan semakin mengangkat level permainan Israr sekaligus membawa nama futsal Indonesia ke panggung Eropa.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
