Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Mei 2023 | 14.34 WIB

Kapten Timnas Basket Putri Blak-blakan, Sebut Diremehkan Pemerintah hingga 9 Bulan TC Pakai Biaya Sendiri

Pemain Timnas Basket Putri Indonesia, Henny Sutjiono (kiri) dan Dewa Ayu Made Sriartha angkat bicara di Podcast Deddy Corbuizer. (Istimewa) - Image

Pemain Timnas Basket Putri Indonesia, Henny Sutjiono (kiri) dan Dewa Ayu Made Sriartha angkat bicara di Podcast Deddy Corbuizer. (Istimewa)

JawaPos.com – Timnas Basket Putri Indonesia mencatat sejarah di SEA Games 2023 dengan meraih medali emas untuk pertama kali sepanjang 64 tahun sejarah turnamen multi event antarnegara Asia Tenggara ini, dikutip dari POJOK SATU.

Padahal sebelum tampil di SEA Games edisi ke-32 itu, Tim Basket Putri termasuk dalam cabang olahraga yang ‘diremehkan’ Pemerintah Indonesia. Mereka tidak masuk kategori cabor prioritas karena dianggap tidak berpeluang mendapat medali emas.

Bahkan selama sembilan bulan Training Camp (TC) di Surabaya, Kementerian Pemuda dan Olahraga seolah tutup mata. Alih-alih membiayai mereka untuk melakukan pemusatan latihan, justru manajer Basket Putri Indonesia, Christopher Tanuwidjaja yang merogoh kocek sendiri atau mencari sponsor untuk biaya TC.

Hal itu diungkap Kapten Timnas Basket Putri Indonesia, Henny Sutjiono ketika diundang di Podcast Deddy Corbuizer.

“Kalau support ya mungkin kalo basket putri memang agak kurang gitu sih kalau dibanding basket putra ya apalagi kalau dari pemerintah misalnya,” kata Henny.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap Basket Putri ini ternyata sudah ditunjukkan sejak SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam.

Waktu itu Henny memaklumi karena Pandemi Covid-19. Tapi ternyata sampai persiapan SEA Games 2023, pemerintah Indonesia tak kunjung menunjukkan perhatian.

“Manajer kita sih yang mengusahakan semuanya, biaya sendiri. Nggak ada dari pemerintah. Manajer yang mencari dan mengeluarkan dana sendiri,” ungka Henny.

Pebasket berusia 29 tahun ini mengatakan bahwa sebelumnya pemerintah selalu membiayai.

Tetapi, setelah pandemi, pemerintah tidak membiayai karena yang disokong cabor yang berpeluang untuk meraih medali emas.

Tidak adanya perhatian dari pemerintah itu justru jadi motivasi bagi Henny dkk untuk membuktikan kalau basket putri juga bisa meraih medali emas SEA Games.

“Aku sendiri di tahun ini mau menunjukkan, awas kalau sampai dapat emas nanti gak dibiayain ya. Mau menunjukkan gitu lho, motivasi maksudnya,” kata Henny yang menekankan bahwa ini bukan ancaman, melainkan hanya ingin menunjukkan kalau basket putri juga bisa berjaya.

Meski demikian, Henny bersyukur karena pemerintah mengapresiasi tim basket putri setelah memboyong medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja.

Dia berharap pemerintah akan lebih mendukung dan memperhatikan tim basket putri.

Henny juga menjelaskan kunci sukses Timnas Basket Putri Indonesia tahun ini dibanding pada SEA Games sebelumnya. Yakni faktor mental.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore