Andi Jerni saat menjuarai Asian Kickboxing Championship di Kamboja 2024 lalu (Instagram @andijerni)
JawaPos.com- Pada awal tahun 2025, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk olahraga. Kebijakan ini mengakibatkan penghentian sementara beberapa program pemusatan latihan nasional (Pelatnas), yang memicu reaksi dari para atlet.
Salah satunya adalah Andi Jerni Mesyara, atlet kickboxing berprestasi yang menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial.
Andi Jerni Maswara, yang akrab disapa Andi Jerni, adalah atlet kickboxing dan karateka asal Sulawesi Selatan. Ia telah menorehkan berbagai prestasi di kancah nasional dan internasional. Pada Kejuaraan IMAG (Pra PON) Kickboxing di Bogor, Jawa Barat, ia meraih juara pertama untuk kelas Point Fighting 51 kg putri. Selain itu, Andi Jerni juga berhasil menyabet medali emas pada Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) 2023, yang memberinya tiket untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024.
Kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penghentian sementara Pelatnas membuat Andi Jerni merasa kecewa. Melalui akun media sosialnya, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.
Namun, Kemenpora telah membantah adanya isu beredar terkait penghentian Pelatnas cabang olahraga tertentu karena alasan efisiensi. Hal ini dikonfirmasi melalui unggahan Instagram pribadi milik @ditoariotedjo.
Dalam kolom komentar pada postingan di akun Instagram Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, Andi Jerni menyuarakan kekhawatirannya terkait masa depan para atlet akibat kebijakan ini. Ia menekankan bahwa penghentian Pelatnas tidak hanya mempengaruhi persiapan atlet, tetapi juga semangat dan motivasi mereka untuk terus berprestasi.
“Pak men, kita dapat surat edaran dari bu Srimulyani berisi ttg efisiensi anggaran semua kementrian, dan disana dalam pada identifikasi rencana efisiensi, angkanya di 40% untuk honor uotput kegiatan (platnas) & jasa profesi (atlet). Dan info dari yang kami dapatkan yaitu pelatnas yang di prioritaskan pelatnas terdekat yaitu hanya 4 cabor. Angkat besi,panjat tebing,silat dan bulu tangkis,” tulis Andi Jerni.
Atlet muda tersebut, menyuarakan agar para atlet Indonesia mendapatkan pembinaan ditengah kabar dampak efisiensi anggaran.
“Kami speak up begini pak bukan untuk apa, kami hanya butuh pembinaan yang tidak berhenti sampai sea games. Makanya pak coba rasain jadi atlet. Stop 2 hari aja fisik kami turun. Kalau ga ada pembinaan ga ada yang jamin kami bisa fokus. Kalau memang setelah bulan februari ada pelatnas syukur Alhamdullilah, kalau ga ada gimana?? Boleh saya balik kesini terus tagih gak pak?,” tambah Andi Jerni.
Adanya protes langsung dari atlet, Dito menanggapi langsung melalui kolom komentar. Ia mengungkapkan akan melakukan kroscek terlebih dahulu.
“Kami kroscek faktual ya, semangat terus .. WORLD GAMES pasti tetap disiapkan,” balas Dito.
Andi juga berharap hal itu bukan hanya sebagai kata pemanis dan menenangkan hati sementara para atlet.
“Baik pak, ditunggu informasi nya ya pak. Semoga ini bukan kata kata pemanis untuk menenangkan hati sementara ya pak,” ungkap Andi membalas tanggapan Dito.
“Gak pemanis kok,” imbuh Dito.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
