Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Februari 2025 | 15.32 WIB

Polemik Kebijakan Efisiensi Anggaran Negara, Insan Olahraga Mulai Bersuara! Atlet Kickboxing Andi Jerni Utarakan Kekecewaan ke Kemenpora

Andi Jerni saat menjuarai Asian Kickboxing Championship di Kamboja 2024 lalu (Instagram @andijerni)

JawaPos.com- Pada awal tahun 2025, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak luas pada berbagai sektor, termasuk olahraga. Kebijakan ini mengakibatkan penghentian sementara beberapa program pemusatan latihan nasional (Pelatnas), yang memicu reaksi dari para atlet.

Salah satunya adalah Andi Jerni Mesyara, atlet kickboxing berprestasi yang menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial.

Andi Jerni Maswara, yang akrab disapa Andi Jerni, adalah atlet kickboxing dan karateka asal Sulawesi Selatan. Ia telah menorehkan berbagai prestasi di kancah nasional dan internasional. Pada Kejuaraan IMAG (Pra PON) Kickboxing di Bogor, Jawa Barat, ia meraih juara pertama untuk kelas Point Fighting 51 kg putri. Selain itu, Andi Jerni juga berhasil menyabet medali emas pada Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) 2023, yang memberinya tiket untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024.

Kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penghentian sementara Pelatnas membuat Andi Jerni merasa kecewa. Melalui akun media sosialnya, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. 

Namun, Kemenpora telah membantah adanya isu beredar terkait penghentian Pelatnas cabang olahraga tertentu karena alasan efisiensi. Hal ini dikonfirmasi melalui unggahan Instagram pribadi milik @ditoariotedjo.

Dalam kolom komentar pada postingan di akun Instagram Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, Andi Jerni menyuarakan kekhawatirannya terkait masa depan para atlet akibat kebijakan ini. Ia menekankan bahwa penghentian Pelatnas tidak hanya mempengaruhi persiapan atlet, tetapi juga semangat dan motivasi mereka untuk terus berprestasi.

Pak men, kita dapat surat edaran dari bu Srimulyani berisi ttg efisiensi anggaran semua kementrian, dan disana dalam pada identifikasi rencana efisiensi, angkanya di 40% untuk honor uotput kegiatan (platnas) & jasa profesi (atlet). Dan info dari yang kami dapatkan yaitu pelatnas yang di prioritaskan pelatnas terdekat yaitu hanya 4 cabor. Angkat besi,panjat tebing,silat dan bulu tangkis,” tulis Andi Jerni. 

Atlet muda tersebut, menyuarakan agar para atlet Indonesia mendapatkan pembinaan ditengah kabar dampak efisiensi anggaran. 

Kami speak up begini pak bukan untuk apa, kami hanya butuh pembinaan yang tidak berhenti sampai sea games. Makanya pak coba rasain jadi atlet. Stop 2 hari aja fisik kami turun. Kalau ga ada pembinaan ga ada yang jamin kami bisa fokus. Kalau memang setelah bulan februari ada pelatnas syukur Alhamdullilah, kalau ga ada gimana?? Boleh saya balik kesini terus tagih gak pak?,” tambah Andi Jerni. 

Adanya protes langsung dari atlet, Dito menanggapi langsung melalui kolom komentar. Ia mengungkapkan akan melakukan kroscek terlebih dahulu. 

Kami kroscek faktual ya, semangat terus .. WORLD GAMES pasti tetap disiapkan,” balas Dito. 

Andi juga berharap hal itu bukan hanya sebagai kata pemanis dan menenangkan hati sementara para atlet. 

Baik pak, ditunggu informasi nya ya pak. Semoga ini bukan kata kata pemanis untuk menenangkan hati sementara ya pak,” ungkap Andi membalas tanggapan Dito. 

Gak pemanis kok,” imbuh Dito. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore