Siti Fadia Silva Ramadhanti mengaku belum tahu rencana ke depan dengan Apriyani Rahayu. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja mengungkapkan bahwa Siti Fadia Silva Ramadhanti akan dicoba untuk bermain ganda campuran lagi selain tetap berlaga di nomor ganda putri. Pemain binaan PB Djarum Kudus itu akan berduet dengan Dejan Ferdinansyah di sektor tersebut.
Dipasangkannya Siti Fadia dengan Dejan dikatakan langsung oleh Ricky Soebagdja di Pelatnas PBSI Cipayung, Jumat (6/12) pagi. Pengumuman ini sekaligus menyatakan bahwa federasi akan memanggil Dejan ke Pelatnas untuk tahun depan.
Selain Dejan/Fadia, PBSI juga menyiapkan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati di ganda campuran. “Untuk di ganda campuran ada Dejan-Fadia dan Rinov-Lisa. Itu salah satunya pemain-pemain yang akan diikutsertakan,” ungkap Ricky saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Duet Dejan/Fadia akan langsung dicoba di turnamen level elite BWF World Tour Super 750 India Open 2025 (14-19 Januari) dan Super 500 Indonesia Masters 2025 (21-26 Januari).
Meski begitu, Ricky menolak untuk menyatakan bahwa Dejan/Fadia dan Rinov/Lisa sebagai pasangan baru. Status duet tersebut untuk sementara masih sebatas uji coba. "Bukan pasangan baru. Ya, kita akan test case, gitu. Apa namanya, kita coba turunkan di situ (Indonesia Masters 2025)," tuturnya.
Terlepas dari itu, Siti Fadia dipastikan bakal main rangkap di India Open 2025 dan Indonesia Masters 2025. Sebab dalam kedua ajang itu, pemain berusia 23 tahun tersebut masih berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari di ganda putri.
Ricky juga telah mengonfirmasi kemungkinan Siti Fadia bermain rangkap. “Rencananya (Fadia) juga akan bermain rangkap,” katanya singkat.
Jika pada akhirnya PBSI benar-benar menurunkan Siti Fadia di ganda campuran dengan Dejan dan dengan Lanny di ganda putri, maka ini akhirnya ada lagi pemain Pelatnas PBSI yang bermain dua nomor.
Bagi Fadia, main ganda campuran dan rangkap bukan hal baru. Dia sudah terbiasa dan cukup piawai melakukannya pada saat masih junior.
Sebelum beralih ke ganda putri, Siti Fadia adalah pemilik dua medali perak Kejuaraan Dunia Junior. Saat itu dia mendapatkannya bersama Rehan Naufal Kusharjanto pada 2017 dan 2018.
Namun setelahnya, dia difokuskan ke ganda putri. Maklum, PBSI selama ini terbilang cukup ketat dan 'anti' dengan menurunkan pemainnya di dua nomor. Para penghuni Pelatnas Cipayung selalu difokuskan untuk tampil di satu nomor saja.
Bila menengok ke belakang, sangat jarang ada pemain Pelatnas Cipayung yang bermain dua nomor di level senior. Paling membekas mungkin di Indonesia Open 2014, di mana saat itu Greysia Polii/Kevin Sanjaya Sukamuljo jadi duet dadakan.
Kevin kala itu masih berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon, dan Greysia Polii berduet dengan Nitya Krishinda Maheswari.
Setahun berselang, PBSI sempat menduetkan Muhammad Rian Ardianto dengan Masita Mahmudin di ganda campuran. Hasilnya mereka mampu babak semifinal Chinese Taipei Open Grand Prix 2015 di debut pertama mereka.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
