Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 November 2022 | 02.45 WIB

Sinyal Menyerah dari Sebuah Garasi di Sepang

Fabio Quartararo sebelum memulai balapan GP San Marino, Minggu (4/9). motogp.com - Image

Fabio Quartararo sebelum memulai balapan GP San Marino, Minggu (4/9). motogp.com

JawaPos.com  Juara MotoGP tak selalu ditentukan pada race pemungkas. Sebelum tahun ini, kali terakhir terjadi pada 2017.

Saat itu Marc Marquez jadi yang tercepat, mengalahkan Andrea Dovizioso. Seharusnya ketegangan bakal terasa bagi dua kuda pacu juara tahun ini.

Yakni pembalap Ducati Francesco Bagnaia dan jagoan Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo menjelang GP Spanyol di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (6/11).

Tetapi, tensi sedikit mereda mulai kemarin. Pemicunya, seperti dilansir Crash, ada obrolan yang melibatkan Pecco –sapaan Bagnaia– dan Quartararo di garasi sesaat setelah GP Malaysia (23/10) yang dimenangi Bagnaia.

Ya, perburuan juara saat itu bisa saja berakhir pada balapan yang digelar di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, tersebut. Itu jika Quartararo gagal finis ketiga. Sebab, saat ini, dengan unggul 23 poin dari Quartararo (258 poin berbanding 235 poin), Bagnaia hanya butuh finis setidaknya peringkat ke-14 di GP Spanyol nanti untuk mengunci gelar.

Lalu, apa yang mereka obrolkan?

Race-mu menakutkan,” ujar Quartararo kepada Bagnaia. ”Awal (balapan, Red) terbaik dalam karierku,” balas Bagnaia. ”Aku sakit seperti anjing. Aku benar-benar sakit,” sambung Race Team Manager Ducati Davide Tardozzi ke Bagnaia. ”Karena panas (cuaca, Red)?” timpal Bagnaia. ”Tidak. Ketegangan (balapan, Red)” balas Tardozzi. ”Kau tidak melihat balapanmu sendiri,” ucap salah satu mekanik Ducati kepada Bagnaia.

Di sela obrolan, tiba-tiba Quartararo menyela. Kepada Crew Chief Yamaha Diego Gubellini, Quartararo seolah lempar handuk alias menyerah dalam perburuan gelar juara. Tapi, Gubellini tetap memberikan motivasi.

”Kau sudah mencoba yang terbaik. Yang penting adalah kau menyadari bahwa bahkan ketika dalam masalah, semua orang selalu memberikan yang terbaik,” balas Gubellini.

Meski demikian Quartararo mengaku akan tetap mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Valencia.

''Aku akan mempersiapkan diri seperti orang gila dan bertarung maksimal di seri terakhir,'' ujarnya.

 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore