
Pebasket Indonesia Arki Dikania Wisnu
JawaPos.com - Pebasket putra Indonesia Arki Dikania Wisnu menilai regenerasi atlet tidak jika semudah mengganti pemain senior dengan pemain junior. Banyak tahap yang harus dilakukan jika ingin mencetak pemain muda yang berkualitas seperti para senior mereka.
Arki melihat bahwa dalam dunia basket Indonesia saat ini, program regenerasi yang dilakukan sangatlah tidak tepat. Padahal jika melakukan program yang sesuai, Indonesia mampu meraih hasil yang maksimal.
"Jika kamu melihat pertandingan di tingkat kuliah misalnya, saya pernah melihat ada satu tim yang meraih 100 poin, sementara tim lainnya hanya meraih 20 poin. Nggak imbang kan? Saat menyeleksi untuk liga profesional, harus ada kompetisi yang kompetitif di jenjang SMA dan kuliahnya. Ini supaya setiap jenjangnya bisa bersaing dengan imbang, apalagi sekarang liga profesional pakai sistem draft," kata Arki.
Karena tidak ada kompetisi yang imbang di tingkat dini, hal ini menyebabkan adanya efek domino hingga ke level profesional. Hanya ada segelintir tim yang bisa bermain dengan sangat baik, sementara sisanya biasa-biasa saja. Akhirnya, banyak pertandingan yang tidak imbang dan tim yang meraih gelar juara hanya itu-itu saja.
"Jika mau serius, dalam olahraga apapun, baik itu basket, sepak bola, maupun cabang-cabang olimpik, pertama kita harus mengembangkan atlet mudanya dulu. Kita punya potensi yang besar, tapi kita harus bisa membuat program yang dapat memanfaatkan keunggulan atlet di sini. Jadi harus tahu dulu seperti apa keunggulan kita, dan programnya seperti apa. Contoh kita mau ketemu pemain yang tinggi, tidak cukup jika hanya skill. Tinggi badan juga berpengaruh," ujar Arki.
Arki menuturkan pendapat ini setelah mendengar rencana Kemenpora menurunkan atlet-atlet pelapis di SEA Games 2019. Atlet pelapis sendiri terdiri dari para atlet junior dan para atlet senior yang tidak berstatus sebagai atlet elit atau utama.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
