Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2023 | 18.38 WIB

Mengenal 5 Maskot Porprov Jatim VIII yang Terinspirasi Kearifan Lokal

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama lima maskot Porprov Jatim 2023. (kominfo jatim) - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama lima maskot Porprov Jatim 2023. (kominfo jatim)

JawaPos.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VIII akan digelar 9-16 September 2023 di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.

Lima maskot kebanggaan Jawa Timur dengan ciri khas masing-masing ikut memeriahkan gelaran tersebut. Maskot Porprov Jatim 2023 dibuat berdasarkan nilai sejarah dan ciri khas budaya di empat daerah tuan rumah Porprov Jatim VIII tersebut.

Pembuatan maskot bertujuan untuk memeriahkan dan memberi semangat para atlet yang akan bertanding. Maskot ini nantinya juga sebagai sarana promosi bagi tuan rumah tempat penyelenggaraan Porprov.

Lima maskot tersebut adalah Si Udeng dari Kabupaten Sidoarjo, Cak Condro dari Kota Mojokerto, Si Mada dari Kabupaten Mojokerto, Si Jatu dari Kabupaten Jombang, dan Cak Beki yang menjadi maskot utama Porprov Jatim.

Kelima maskot tersebut memiliki makna dan filosofi. Maskot pertama ada Si Udeng. Si Udeng, yang merupakan maskot Kabupaten Sidoarjo, didesain berdasarkan simbol kearifan lokal ciri khasnya, yaitu bandeng dan udang.

Bandeng dan udang dipilih sebagai ikan karena peran sektor perikanan di Kabupaten Sidoarjo yang sangat berpotensi dan layak mendapat perhatian serius.

Wilayah ini, secara geografis, terletak di dataran delta dan memiliki banyak tambak, termasuk tambak ikan bandeng dan udang, yang menjadi simbol kabupaten ini.

Lebih menarik lagi, Kabupaten Sidoarjo terletak antara dua sungai besar, yaitu Sungai Mas dan Sungai Porong, yang berasal dari Sungai Brantas.

Maskot kedua dari Kabupaten Jombang berwujud burung Garuda bernama Si Jalu. Dalam cerita wayang Jawa, Garuda (dikenal sebagai Jatayu) adalah pahlawan yang menghadang Prabu Dasamuka/Rahwana saat menculik Dewi Shinto, istri Sri Rama.

Garuda juga muncul pada Relief Candi Rimbi zaman Kerajaan Majapahit oleh Ratu Tribuwana Tunggadewi. Kemudian, Garuda Pancasila diadopsi sebagai Lambang Negara RI saat kemerdekaan, juga muncul pada mata uang logam RI dan di Jombang disebut sebagai "Beri".

Berikutnya, maskot ketiga dari Kabupaten Mojokerto berupa gajah bernama Si Mada. Pemilihan gajah sebagai maskot dikarenakan Mojokerto adalah representasi dari Kerajaan Majapahit.

Dimana dalam Kitab Negarakertagama dikisahkan memiliki pasukan berkuda dari gajah saat puncak kejayaannya. Gajah sendiri adalah simbol kekuatan, ketenangan, dan kesetiaan.

Sedangkan maskot dari Kota Mojokerto berupa kucing berbulu tiga warna (belang telon) bernama Cak Condro atau Condromowo. Condro berarti cahaya dan Mowo yang memiliki makna bara api.

Pemilihan nama Condromowo digunakan sebagai identitas Laskar perjuangan dari Kompi 4 dalam melawan penjajah Belanda dan Jepang, Laskar ini dipimpin oleh seorang Kyai dari Kota Mojokerto.

Dan maskot terakhir berasal dari Pemprov Jatim berupa ayam bekisar bernama Cak Beki. Cak Beki diambil dari fauna ayam bekisar yang merupakan fauna khas jawa timur. Beki melambangkan sikap berani, lincah, milenial, dan berprestasi yang mencerminkan semangat masyarakat Jawa Timur.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore