Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2020 | 03.00 WIB

Ramli Al Rashid, Melepas Stres dengan Tempaan Ultramaraton

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Ramli Al Rashid tidak ingin manfaat lari dia rasakan sendiri. Melalui Virtuathlon, dia ingin mengajak masyarakat bergerak untuk sehat. Selain itu, dengan mengikuti charity run, Ramli bisa berbagi dengan sesama.

Ramli menghabiskan masa kecil di Sukabumi, Jawa Barat. Terbiasa hidup di daerah pegunungan, dia sudah hobi lari. Dia menekuni atletik sejak remaja. Mengikuti lari jarak menengah, Ramli mewakili sekolah hingga tingkat provinsi.

Ketika kuliah di Jakarta, hobinya beralih ke sepak bola dan futsal. Waktu itu juga belum ada tren lari seperti sekarang. Baru sekitar 2013 Ramli aktif lari lagi. Tidak sekadar tren, lari juga membawa perubahan dalam hidupnya.

Dia mengikuti race pertamanya, UI Run for River, dengan jarak 10 km pada 2014. ’’Ternyata saya masih bisa lari walaupun sudah lama vakum. Waktu itu saya sudah kerja. Olahraga gym. Setidaknya secara stamina masih ada modal,’’ ungkap pria 30 tahun itu.

Titik tersebut menjadi awal dari petualangannya menggeluti lari. Perlahan dia mulai naik tingkat ke half marathon, full marathon, hingga ultramaraton. Kemudian, pada 2017, dia mendirikan platform Virtuathlon.

Hingga dua tahun terakhir, Ramli lebih intens ke arah ultramaraton. Bagi dia, ada pengalaman berbeda ketika dia bisa melahap rute lebih dari 42,195 km. ’’Ada experience beda ketika melintasi satu kota ke kota yang lain. Selain itu, kalau lari ultra itu nggak perlu cepat-cepat. Jadi, kita bisa mengatur waktu sendiri,’’ jelas Ramli.

Beberapa race ultra yang Ramli ikuti berupa charity run. Meski tidak semua finis, Ramli tetap bangga karena ada sesuatu yang bisa dia berikan. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Seperti saat mengikuti NusantaRun Chapter 6 dari Dieng, Wonosobo, ke Gunungkidul, Jogjakarta, sejauh 169 km. Sayang, Ramli terhenti di Km 166 karena melebihi cut-off time.

Meski agak kecewa, itu adalah kali pertama Ramli bisa lari di atas jarak 160 km. Kondisinya juga masih baik. Dia juga berhasil mengumpulkan donasi kurang lebih Rp 10 juta.

’’Bisa mengalahkan limit yang sebelumnya nggak saya bayangkan. Ekspektasi saya paling endurance sampai 100 km. Ternyata bisa lebih itu yang bikin saya happy meski nggak finis. Amaze-nya di situ,’’ kata alumnus Universitas Paramadina tersebut.

Setelah ultramaraton, sebenarnya tahun ini Ramli berencana mencicipi experience baru dengan ultratrail. Sayang, pandemi Covid-19 membuat rencananya tertunda.

’’Beralih ke titik baru dengan pengalaman baru. Buat saya race ultra tidak membosankan. Malah bisa melepas stres ketika sudah suntuk bekerja,’’ pungkasnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore