Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2020 | 02.06 WIB

Ganda Campuran Junior Indonesia No 1 Dunia Optimistis Jadi Juara Dunia

Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil - Image

Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil

JawaPos.com – Kejuaraan Dunia Junior tahun ini menjadi partisipasi terakhir Indah Cahya Sari Jamil sebelum naik kelas ke level senior. Rencananya, event itu diselenggarakan pada 28 September hingga 11 Oktober di Auckland, Selandia Baru.

Hingga kini, ketika kalender BWF banyak berubah gara-gara pandemi Covid-19, belum ada berita penundaan.

Indah sangat bersemangat menyambut kejuaraan tersebut. Dia ingin menutup karier junior dengan catatan yang manis. Apalagi, pada Kejuaraan Dunia Junior 2019, dia gagal meraih emas ganda campuran bersama Leo Rolly Carnando.

Dalam kejuaraan di Kazan Gymnastics Center, Rusia, tersebut, Leo/Indah kalah dari Feng Yan Zhe/Lin Fang Ling (Tiongkok) pada babak final. Padahal, mereka berstatus juara bertahan.

’’Inginnya sih penutupan (junior, Red) bisa meraih juara. Tahun lalu mungkin saat final kurang dapat permainannya. Padahal, sebelumnya kami pernah mengalahkan lawan yang itu,’’ ungkap Indah, pemain ganda campuran junior nomor satu dunia itu kemarin (5/5).

Tahun ini Indah lebih optimistis. Feng/Lin, lawan terberat mereka, sudah mentas dari level junior. Namun, Indah tidak merasa tantangannya lebih ringan. ’’Pasti di Tiongkok ada pasangan yang baru lagi. Lawan yang belum pernah ketemu itu cocok-cocokan. Selain itu, lawan lain lumayan kuat,’’ jelas Indah.

Tantangan lain, Indah tidak lagi berpasangan dengan Leo. Pemain binaan Djarum Kudus itu lebih dulu naik level ke senior dan berfokus ke ganda putra. Indah harus mematangkan persiapan dengan partner barunya, Teges Satriaji Cahyo Hutomo.

Tanpa Leo, apa rencana Indah? ’’Fokus ke diri sendiri dulu,’’ ucapnya. ’’Memperbaiki yang kurang seperti defense. Biar kalau kena smes dari pemain cowok, nggak gampang mati. Nanti biar selalu siap kalau kejuaraan sudah mulai lagi,’’ lanjut pemain asal Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut.

Indonesia menuai prestasi bagus di Kejuaraan Dunia Junior 2019. Indah dkk merebut dua emas. Salah satunya berasal dari nomor beregu campuran alias Piala Suhandinata. Itulah Piala Suhandinata perdana Indonesia sejak diadakan pada 2000.

Satu gelar lagi diperoleh ganda putra lewat pasangan Leo/Daniel Marthin.
Tahun ini Indonesia tidak bisa mengirim skuad yang sama. Yang jelas, tanpa Leo dan Daniel saja, sudah ada dua sektor yang kekuatannya berubah. Yakni, ganda putra dan campuran.

Namun, Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti optimistis para pemain yang disiapkan mampu meneruskan prestasi tersebut.

’’Tahun ini kekuatan terletak pada ganda campuran, tunggal putri, dan ganda putri. Mereka yang peringkatnya cukup lumayan,’’ ungkap Susy.

Di tunggal putri, kita memiliki Putri Kusuma Wardani yang menempati peringkat kelima dunia. Di bawahnya, ada Stephanie Widjaja. Lalu, di ganda putri ada Melani Mamahit (ke-2) dan Tryola Nadia (ke-3). Di ganda campuran, Indah menempati peringkat tertinggi. Teges berada di peringkat ke-6.

Sebagai pemanasan, tim junior sudah diterjunkan ke turnamen lain seperti Italian Junior, Dutch Junior, dan German Junior 2020.

’’Dari beberapa turnamen junior ini, para pemain setidaknya sudah tahu siapa lawan-lawan yang akan mereka hadapi. Inilah salah satu bentuk persiapan kami yang sebetulnya dilakukan sejak awal tahun,’’ tutur Susy.

’’Kami juga ingin pemain muda mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya menuju Kejuaraan Dunia Junior,’’ tandas manajer timnas tersebut.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore