
Photo
JawaPos.com—Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mendapatkan hasil buruk pada All England 2020. Mereka sudah terhenti pada babak kedua turnamen tertua di dunia itu.
Fajar/Rian dikalahkan ganda putra tuan rumah Marcus Ellis/Chris Langridge dalam dua game langsung dengan skor 14-21, 15-21. Hasil itu adalah kemunduran signifikan bagi Fajar/Rian.
Sebab, pada edisi tahun lalu, FajRi, begitu pasangan itu biasa dijuluki, sukses mencapai semifinal.
Hasil buruk tersebut berdampak pada turunnya ranking dunia mereka. Dari posisi lima, merosot satu setrip ke peringkat enam. Fajar/Rian mengumpulkan 72.894 poin. Mereka ditelikung ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.
Posisi Endo/Watanabe naik, efek dari raihan gelar All England 2020. Pada final, mereka mengalahkan ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Saat ini, Endo/Watanabe mengoleksi poin 78.133.
Di sisi lain, komposisi peringkat satu sampai empat dunia tidak berubah. Marcus/Kevin ada di ranking satu, disusul pasangan Indonesia lainnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Ganda nomor satu Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen berada di ranking tiga dunia. Sedangkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda asal Jepang tetap nangkring di posisi empat dunia.
Pelatih kepala ganda putra Pelatnas PP PBSI Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa Fajar/Rian memang tampil di bawah permainan terbaik mereka. Namun, semua itu ada sebabnya.
“Saat itu, kaki Rian memang sedang bermasalah, jadi kecepatannya sedikit menurun. Ditambah juga, menurut saya, Fajar banyak melakukan kesalahan yang tidak perlu. Secara keseluruhan penampilan mereka bisa dibilang agak turun di All England tahun ini,” kata Herry seperti dikutip dari siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.
"Kalau dari hasil tahun lalu memang berbeda. Tahun lalu mereka di semifinal, tahun ini mereka di babak dua. Terlepas dari itu, memang pemain Inggris (Marcus Ellis/Chris Langridge) ini cukup baik. Mereka main di kandang sendiri, pertahanannya juga baik, nggak gampang ditembus. Sedangkan, sayang, Fajar/Rian tampil di bawah performa terbaiknya,” imbuhnya.
Sepanjang tahun ini, Fajar/Rian memang belum pernah juara. Namun, dalam dua turnamen pembuka 2020 mereka tampil solid. Yakni masing-masing mencapai semifinal pada ajang Malaysia Masters dan Indonesia Masters.
Fajar/Rian menempati ranking lima dunia sejak Oktober 2019. Itulah ranking tertinggi dalam karier mereka. Kali pertama Fajar/Rian menyentuh posisi lima dunia terjadi pada April tahun lalu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
