: Pebasket timnas Indonesia Zane William Adnan (kiri) dihadang pemain Indonesia Patriots.
JAKARTA – Pebasket Indonesia bisa merasakan kemegahan Indoor Multifunction Stadium (IMS) Gelora Bung Karno (GBK). Di venue itu, timnas basket Indonesia berhadapan dengan Indonesia Patriots.
Ini menjadi pertandingan olahraga pertama yang digelar di IMS sejak arena tersebut mulai dibangun tahun lalu. Mereka bentrok dalam turnamen persahabatan bertajuk Indonesia International Basketball Invitational (IIBI). Ajang itu sekaligus test event IMS menjelang Piala Dunia FIBA 2023.
Pertandingan itu berakhir dengan skor 82-56 untuk timnas basket Indonesia. Dame Diagne menjadi bintang di laga ini. Dia benar-benar menggendong Indonesia Patriots dengan total 21 poin dan 8 rebound. Hendrick Xavi Yonga dan Antoni Erga membantunya dengan masing-masing menyumbang 11 dan 9 poin.
Dari kubu timnas senior, perolehan poin lebih merata dan bahkan seluruh pemain turut mencetak angka. Terbanyak adalah pemain keturunan Amerika Serikat Zane William Adnan dengan 13 poin. Disusul Yudha Saputera, Widyanta Putra Teja, dan Derrick Michael Xzavierro dengan masing-masing 9 angka.
Derrick senang bisa menjajal IMS untuk kali pertama. Tapi, alumnus SMPN 74 Jakarta itu berharap laga-laga lainnya bisa lebih banyak dihadiri masyarakat Indonesia, tidak seperti tadi malam.
”Seru banget. Tapi, pengennya ini bener-bener full dan merasa kita sudah bikin gedung ini khusus buat Indonesia supaya bisa nonton. Mau FIBA, timnas, dan event lain kita harus penuhin,” katanya.
Guard timnas basket Indonesia Yudha juga mengekspresikan kekagumannya dengan IMS. Dia takjub dengan luas dan megahnya salah satu venue untuk Piala Dunia FIBA 2023 itu.
”Terus melihat lapangannya cukup enak, bagus lah, empuk. Cuma ada beberapa spot di lapangan, mungkin dribel agak susah. Terus kalau sparing bagus dan enak buat nembak. Ya, beruntung Indonesia punya lapangan seperti ini,” ucap pemain Prawira Harum Bandung itu.
Sebagai informasi, laga pertama dan pembuka IIBI di IMS sedianya bukanlah timnas basket Indonesia melawan Indonesia Patriots. Melainkan duel antara timnas senior kontra Syria pada pukul 16.45 WIB dan Patriots menjamu Uni Emirat Arab pada malamnya.
Namun, jadwal tersebut berubah saat game pertama kurang dari tiga jam dimulai. PP Perbasi selaku federasi meminta panitia pelaksana (panpel) IIBI melakukan penyesuaian jadwal pertandingan hari pertama. Itu dilakukan karena mayoritas pemain Syria baru tiba di Jakarta kemarin pagi akibat force majeure keterlambatan jadwal kedatangan pesawat.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
