Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juli 2023 | 15.59 WIB

Jangan Merasa Sudah Juara 

Kapten PJ Andakara Prastawa (kanan) ditempel Yudha Saputera pada game final pertama lalu (20/7) - Image

Kapten PJ Andakara Prastawa (kanan) ditempel Yudha Saputera pada game final pertama lalu (20/7)

JawaPos.com – Prawira Harum Bandung hanya butuh satu kemenangan untuk mengunci gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) 2023. Mereka sudah mengantongi modal kemenangan 74-65 atas Pelita Jaya (PJ) Bakrie Jakarta pada final pertama di Hall A Senayan, Jakarta, Kamis (20/7) lalu.

Nah, game final kedua hari ini (22/7) berlangsung di markas Prawira. Yakni, GOR C-Tra Arena, Bandung. 

Meski demikian, pelatih Prawira David Singleton merasa belum aman. ’’Kami belum merayakan apa pun, kami tidak melakukan parade, kami tidak melempar konfeti, kami tetap fokus,’’ ujar Dave, sapaan David.

Peraih gelar Coach of the Year IBL 2021 itu memang harus memutar otak untuk kembali menjinakkan PJ. Sebab, Prawira dipastikan tidak bisa menurunkan Brandone Francis lantaran terkena skors.

Brandone harus keluar lapangan lebih cepat karena mendapatkan unsportsmanlike foul dan technical foul. Akumulasi dua foul itu berbuah ejection yang membuatnya harus keluar lapangan lebih cepat pada awal-awal kuarter ketiga.

Dave menuturkan, tanpa Brandone bakal menjadi pekerjaan rumah yang sulit. Apalagi, Brandone cukup konsisten dalam menyumbang poin bagi tim. Namun, Dave meminta timnya tetap menjaga mentalitas dan energi.

’’Tetap berpegang pada rencana dan permainan kami. Bermain untuk penonton, melihat semua suporter Bandung di luar sana menjadi gila. Saya pikir ini akan menjadi malam yang menyenangkan untuk kami di game kedua dan saya yakin kami bisa melakukannya (juara),’’ tegas Dave.

Kapten tim PJ Andakara Prastawa menyatakan, peluang untuk bisa juara masih terbuka. ’’Mau jadi juara itu tidak akan gampang. Jadi, balik lagi ke diri kita sendiri mau apa tidak. Harus fokus dan siap menghadapi final kedua dan ketiga,’’ paparnya.

Pemain yang akrab disapa Pras itu menuturkan, di final kedua ada hal-hal kecil yang harus diperbaiki. Seperti memaksimalkan free throw yang pada game pertama tidak maksimal.

’’Banyak tembakan gratisnya yang disia-siakan. Banyak juga small detail yang miss. Itu buat perbedaannya agak jelek bagi kami,’’ ucapnya. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore