Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Desember 2016 | 18.05 WIB

Mengikuti Keseharian Sri Wahyuni Agustiani, Peraih Perak Olimpiade Rio 2016

SONGSONG MASA DEPAN: Sri Wahyuni Agustiani di belakang kemudi mobil yang merupakan hasil jerih payahnya sebagai seorang atlet. - Image

SONGSONG MASA DEPAN: Sri Wahyuni Agustiani di belakang kemudi mobil yang merupakan hasil jerih payahnya sebagai seorang atlet.

Masa puncak sedang dinikmati Sri Wahyuni Agustiani. Menghapus masa-masa susah yang menjadi jalannya. Tidak tanggung-tanggung, sembilan tahun lamanya dia berjuang sebelum akhirnya mendulang prestasi terbesarnya di pentas Olimpiade 2016.



-------



MEMBICARAKAN karir Sri Wahyuni Agustiani, kita selalu dibawa kembali ke tanggal 8 Agustus 2016. Namanya begitu harum saat itu. Wajah dan namanya terpampang besar-besar di berbagai media dalam negeri.



Heboh. Yuni –sapaan karib Sri Wahyuni– memecahkan nirmedali Indonesia di pentas Olimpiade 2016. Selebrasi dari perjuangan gadis 22 tahun itu seakan juga menjadi selebrasi seluruh Indonesia.



Pada hari yang sama, Jawa Pos sempat menengok rumah orang tuanya di Kampung Bojong Pulus, Desa Banjaran Wetan, Kabupaten Bandung. Tentu saja tidak bisa bertemu dengan Yuni karena dia masih di Brasil. Saat itu kegembiraan terpancar jelas di rona orang tuanya, pasangan Candiana-Rosita.



Tiga bulan berselang Jawa Pos juga menengok tempat latihan Yuni di Bekasi. Dia tinggal bersama pelatihnya, Mg Supeni, dan juga lifter pelatnas yang lain seperti Sarah Anggraeni. Hampir empat tahun terakhir dia berada di sana, berlatih dan berkuliah di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, kampus Bekasi.



Sesekali dia menengok orang tuanya, pulang ke Banjaran Wetan. Tidak pernah berlama-lama, dia harus segera kembali ke Bekasi. Kembali menempa diri.



Dalam latihan, Yuni menekankan bahwa kenyamanan sebagai faktor utama. ’’Secara mindset, kalau sudah senang, program latihan macam apa saja saya hajar,’’ kata Yuni saat ditemui di mes 18 November lalu.



Di kediaman Supeni terdapat dua mes, putra dan putri. Khusus mes putri ditempati Yuni dan lifter lainnya. Sedangkan mes putra persis di depan rumah Supeni, yang memang dia harus ngontrak kepada tetangga. Alasannya jelas, supaya atlet bisa nyaman dan terpantau.



Situasi itulah yang bertahun-tahun dirasakan dan akhirnya memberikan impact positif buat karir Yuni dan lifter yang lain. Buktinya, empat lifter yang berada di situ tampil moncer di ajang paripurna olahraga nasional, PON XIX/2016. Empat medali emas bisa mereka persembahkan. Termasuk Yuni, yang sebulan sebelumnya mengangkat nama Indonesia di pentas Olimpiade.



’’Semua itu butuh proses. Gak ada yang instan kayak mi,’’ ujarnya, lantas menyunggingkan senyum. Yuni memang sosok yang cuek, baik di dalam dan luar gelanggang. Tetapi, kalau sudah mengenal dekat, dia juga kerap melontarkan joke-joke ringan yang membuat suasana lebih gayeng.



Pernah suatu ketika, dalam latihan, Yuni melihat juniornya mengeluh kala menjalani program latihan. Secara langsung, Yuni yang termasuk senior melontarkan kata penyemangat yang sedikit menohok. ’’Saya bilang sama dia, sekarang jauh lebih enak. Makanan dan sarana latihan pun beda dengan dulu,’’ kenangnya.



Sebuah perjuangan dan prestasi yang tidak singkat. Proses yang panjang membuat dia kini semakin aware dengan sekitar, terutama dengan juniornya sesama lifter. ’’Pedoman saya satu: tidak ada cedera yang tidak bisa disembuhkan saat latihan,’’ terangnya. Yuni sepanjang sebelas tahun pengabdiannya di angkat besi tidak pernah sekali pun meminta terapi massage saat mengalami cedera.



’’Yuni memang orangnya keras. Sama-sama disiplin dan saling mengingatkan jika di antara kami ada yang mulai kendur,’’ kata Sarah, rekan seperjuangan Yuni di angkat besi.



Jauh berbeda dengan Bandung Bondowoso yang menyulap seribu candi dalam semalam. Prestasi yang ditorehkan Yuni adalah gambaran nyata bahwa tidak ada prestasi yang lahir tanpa perjuangan besar. Kini Yuni sudah punya sebuah mobil dan tiga unit rumah. Belum lagi bonus Olimpiade 2016 yang mencapai Rp 2 miliar.

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore