Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Februari 2020 | 01.00 WIB

Janji Perjuangkan Hak Citra Untuk Dapatkan Perak Olimpiade 2012

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Empat tahun lalu, 2016, Citra Febrianti ketiban durian runtuh. Dia dinyatakan meraih medali perak Olimpiade 2012 London. Namun, hingga kini bukti prestasi tersebut belum dia dapatkan.

Citra Febrianti merupakan salah seorang lifter andalan Indonesia di Olimpiade London 2012. Dia terjun di kelas 53 kg. Saat itu, di ExCel London pada 29 Juli, Citra mengakhiri kontes di peringkat keempat. Di bawah Zulfiya Chinshanlo (Kazakhstan), Cristina Iovu (Moldova), serta Hsu Shu-ching (Taiwan). Dia membukukan angkatan total 206 kg.

Nah, empat tahun berselang, tepatnya Oktober 2016, ada berita mencengangkan. Chinshanlo dan Iovu dinyatakan positif doping. Medali mereka dilucuti. Catatan mereka dihapus.

Naik dua posisi, Citra otomatis meraih medali perak. Hasil yang sudah direvisi bisa dilihat di situs resmi Federasi Angkat Besi Dunia (IWF). Saat berita itu keluar, Citra sudah pensiun dari angkat besi. Lifter dari Lampung itu menderita cedera saraf dan tulang belakang. Kejuaraan terakhir yang dia ikuti adalah Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Masalahnya, hingga sekarang Citra belum mendapatkan medali yang menjadi haknya. Pihak Citra menyatakan sudah melapor kepada PB PABBSI selaku induk olahraga angkat besi Indonesia. Juga ke KOI dan Kemenpora. Namun, tidak ada jawaban. Saking inginnya masalah itu selesai, Citra berencana melapor kepada Presiden Joko Widodo.

Ketika dimintai konfirmasi kemarin, pihak PB PABBSI buka suara. Wakil Ketua Umum Djoko Pramono berang karena tuduhan banyak pihak. Termasuk, publik yang dinilainya tidak mengetahui permasalahan itu.

”Orang-orang itu tidak bertanya dulu kepada yang tahu,” gerutu Djoko kemarin. ”Jangan asal cuap. Yang berhak menentukan dapat atau tidaknya (medali, Red) itu IOC. Kalau tidak ada pernyataan resmi dari IOC, kami mau gerak ke mana?” tandas Djoko.

Djoko lantas menceritakan kasus serupa yang menimpa lifter nasional Lisa Rumbewas. Pada Olimpiade Beijing 2008, IOC mencabut medali Nastassia Novikava dari Belarus karena doping. Akhirnya, Lisa berhak atas medali perunggu pada kelas 53 kg. Keputusan itu baru dikeluarkan oleh IOC pada 2016.

Setahun kemudian, tepatnya pada Rapat Koordinasi Akhir Tahun KOI 2017, Lisa mendapatkan medali perunggu itu. ”Dulu Lisa hampir sepuluh tahun baru ada pemberitahuan resmi. Jadi, sebaiknya tanya kepada yang paling tahu soal ini. Tidak usah menjelek-jelekkan,” ujar Djoko.

Terkait dengan kasus Citra, Djoko belum bisa mengambil langkah. Sebab, untuk menuju IOC, pihaknya juga menunggu kabar dari National Olympic Committee (NOC) Indonesia.

”Kami menunggu berita resmi. Selama tidak ada, kami belum bisa berbuat apa-apa. Saya ke IWF pun, mereka juga menunggu jawaban IOC. Soal lamanya sampai kapan, saya tidak berani mengatakan,” papar dia.

Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari juga langsung memberikan tanggapan. Dia mengaku baru mengetahui permasalahan yang dialami Citra.

“Kalau memang seperti itu, ya dia (Citra) harus bisa mendapat haknya dia. Tentu kami akan memproses,’’ kata Okto. ‘’Semestinya dengan intensitas komunikasi kami dengan IOC saat ini, proses itu bisa jadi lebih mudah. Nanti saya akan sampaikan langsung ke IOC,” janji mantan ketua umum PB ISSI tersebut.

---

TENTANG CITRA FEBRIANTI

Lahir

Pringsewu, Lampung, 22 Februari 1988

Spesialisasi

53 kg

Prestasi

2013

Emas Islamic Solidarity Games

Perunggu SEA Games Myanmar

2012

Perak Olimpiade London

2011

Perak SEA Games Jakarta-Palembang

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore