
Ilustrasi ayam bebas sangkar.
JawaPos.com–Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal gencar kampanyekan Act for Farmed Animals. Itu adalah kampanye bersama untuk mengurangi penderitaan hewan ternak di Indonesia dan mendorong pilihan makanan yang lebih bijaksana dan lebih welas asih.
Archipelago International dan Dough Lab umumkan kebijakan menggunakan telur dari ayam ternak bebas sangkar (cage-free) dalam rantai pasok. Dua perusahaan itu, mengambil keputusan bebas sangkar setelah dialog yang dilakukan dengan Act for Farmed Animals, inisiatif bersama organisasi non-profit Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal.
”Hal ini merupakan pencapaian besar bagi hewan. Perusahaan yang berkomitmen terhadap kebijakan bebas sangkar membawa standar produksi pangan yang lebih tinggi, mendekatkan kita pada masa depan tanpa praktik paling kejam dalam industri peternakan seperti sistem sangkar ini,” ungkap Direktur Pelaksana Act for Farmed Animals (AFFA) Among Prakosa.
Dia menjelaskan, Indonesia merupakan produsen telur terbesar kedua di dunia. Dengan populasi lebih dari 370 juta ayam petelur yang mayoritas dibesarkan dalam sistem sangkar.
Dalam sistem intensif itu, menurut Among Prakosa, ayam petelur tidak dapat melakukan banyak perilaku alami. Seperti melebarkan sayap sepenuhnya, mengais dan mematuk tanah, dan bersarang.
”Akibat pengurungan yang ekstrem, mereka mengalami tingkat stres dan frustrasi yang tinggi dan lebih rentan terhadap penyakit yang menyiksa,” papar Among Prakosa.
Peternakan bebas sangkar, lanjut dia, dapat secara signifikan mengurangi penderitaan ayam dan berdampak positif pada konsumen.
”Studi mengenai salmonella yang dilakukan Otoritas Keamanan Pangan Eropa menemukan prevalensi bakteri ini lebih tinggi di peternakan dengan sistem sangkar dibandingkan di peternakan bebas sangkar,” terang Among Prakosa.
Kebijakan Archipelago International dan Dough Lab memiliki estimasi dampak positif yang signifikan terhadap ayam petelur. Dough Lab memiliki potensi untuk memberi dampak positif kepada kurang lebih 1.063 ayam petelur. Archipelago International yang memiliki kurang lebih 45.000 kamar, mampu memberikan dampak positif bagi kurang lebih 150.000 ayam.
”Archipelago International menyadari pentingnya kesejahteraan hewan dalam rantai pasok perusahaan. Kebijakan bebas sangkar, merupakan salah satu bentuk dari komitmen dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” dikutip dari keterangan resmi Archipelago.
Saat ini, lebih dari 300komitmen bebas sangkar dari perusahaan telah diterbitkan di Asia. Lebih dari 80 di antaranya perusahaan yang juga beroperasi di Indonesia.
”Kami mengundang lebih banyak perusahaan untuk peduli dan memiliki kebijakan yang mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan di rantai pasok. Perusahaan dapat mengambil bagian dalam salah satu tren keberlanjutan terbesar dan mempunyai peluang sebagai pionir perlindungan hewan dan ketahanan pangan,” kata Among Prakosa.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
