Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 November 2020 | 03.32 WIB

Keputusan Blacklist Pemain Timnas U-19 Ada di Tangan Shin Tae-yong

Serdy Ephy Fano - Image

Serdy Ephy Fano

JawaPos.com – Serdy Ephy Fano Boky jatuh di lubang yang sama. Dia kembali ditendang dari pemusatan latihan (TC) timnas U-19. Penyebabnya sama. Indisipliner.

Ya, Serdy kembali dicoret dari tim Garuda setelah diketahui pulang pukul 03.00 pada Senin (23/11). Dari hasil rekaman CCTV hotel, Serdy keluar bersama rekan sekamarnya, Mochamad Yudha Febian, yang juga ikut dicoret.

’’Setelah ada temuan itu, saya langsung laporkan ke coach Shin Tae-yong dan akhirnya diputuskan timnas U-19 memulangkan mereka berdua,’’ jelas asisten pelatih timnas U-19 Nova Arianto.

Kenapa Nova berusaha mencari tahu keduanya pergi dan pulang pada Senin lalu? Alasannya, Serdy dan Yudha sama-sama tidak datang pada timbang badan Senin pagi. Lantas, ketika latihan pagi pada hari yang sama, keduanya juga datang terlambat.

’’Ke mana mereka? Saya tidak tanya dan tidak penting menanyakan itu kepada keduanya. Yang jelas, berbuat itu saja mereka sudah menganggap timnas U-19 ini main-main. Tidak ada tanggung jawab. Padahal, timnas U-19 dibiayai negara, mereka harus paham itu,’’ tegasnya.


Nova mengaku kesal dan sangat kecewa. Dia heran ada pemain yang sudah diberi kesempatan masuk ke timnas U-19 tapi tidak disiplin. Tidak punya mental sebagai pesepak bola profesional yang mewakili negara. '’Padahal, sangat banyak pemain yang ingin ada di sini. Tapi, mereka sudah ada di sini malah berbuat seenaknya,’’ ucapnya.

Jawa Pos mencoba menanyakan ke mana Serdy dan Yudha pergi pada Minggu malam hingga Senin dini hari lalu. Sayang, beberapa pemain memilih bungkam atau tidak tahu apa yang dilakukan dua pemain tersebut.

’’Saya tidak sekamar. Tidak tahu mereka ke mana karena kami memang diminta beristirahat setelah selesai makan malam,’’ tutur salah seorang penggawa timnas U-19.

Pemain tersebut mengatakan, seharusnya Serdy dan Yudha memahami ada timbang badan dan latihan pada Senin lalu. Juga bukan TC hari terakhir seperti yang dijelaskan di media selama ini.

’’Sudah ada penjelasannya di grup WA kalau TC akan diperpanjang. Jadi, harusnya mengerti. Kami memang diberi waktu bebas Minggu itu, tapi hanya setelah makan pagi hingga sebelum makan malam. Setelah itu, masuk ke jam wajib TC lagi,’’ bebernya.

Nah, untuk Serdy, Nova memang mengakui ada penilaian khusus. Penilaian cukup negatif karena dia pernah melakukan indisipliner dalam TC timnas U-19. ’’Tapi, kalau itu (blacklist), keputusan ada di tangan coach Shin Tae-yong,’’ ungkapnya.

Lantas, bagaimana sikap Bhayangkara FC ketika mengetahui pemainnya kembali berulah di TC timnas U-19? COO Bhayangkara FC Sumardji meminta maaf atas tindakan buruk yang dilakukan Serdy.

Dia sebenarnya tidak ingin kejadian serupa terulang. ’’Kami sebenarnya ingin Serdy bisa jadi penggawa timnas yang tangguh di posisinya,’’ terangnya.

Dia pun berjanji akan benar-benar memberikan pelajaran kepada Serdy. Akan mencoba mengubah sikap sang pemain yang sangat memalukan tersebut. ’’Agar kelak bisa jadi pemain bola yang punya kualitas dan mental yang baik. Mohon doa dan support-nya,’’ imbuhnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore