
Photo
JawaPos.com-Badak Lampung FC sudah empat kali menelan kekalahan di Liga 2. Dampaknya, sang pelatih Budiardji Thalib harus rela meninggalkan kursi pelatih tim berjuluk Laskar Saburai itu.
Hal tersebut dibenarkan Manajer Badak Lampung Henry Arifianto. Namun, dia memastikan Budi tidak dipecat manajemen. Hanya, Budi sadar diri dan mundur dari posisi pelatih setelah tidak bisa memberikan satu poin pun di empat pertandingan.
’’Kami sempat kasih kesempatan di pertandingan ketiga dan keempat untuk dapat poin,’’ katanya. Hanya, target itu gagal direalisasikan.
’’Tanpa kami minta dan dengan kesadaran diri, beliau dan manajemen menyepakati keputusan untuk memberhentikan kontrak sementara,’’ lanjutnya.
Henry menambahkan, sebelum Budi mundur, manajemen menyiapkan delapan nama calon pengganti. Saat ini delapan nama itu mengerucut jadi tiga nama saja. ’’Tinggal negosiasinya. Dua sampai tiga hari ke depan akan diumumkan,’’ ungkapnya.
Untuk pelatih baru, manajemen tidak memberikan target tinggi. Badak Lampung FC hanya memberikan target agar pelatih baru bisa minimal mendapat tiga poin di sisa pertandingan putaran kedua. ’’Agar bisa mengamankan putaran kedua nanti,’’ tuturnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
