Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2020 | 02.32 WIB

Rencana Tiga Hari, Medical Workshop Jelang Liga 1 Dijadikan Sehari

PT LIB Manajer Persebaya - Image

PT LIB Manajer Persebaya

JawaPos.comMedical workshop virtual Liga 1 selesai terselenggara kemarin (16/9). Acara yang sejatinya dibuat secara tatap muka dan berlangsung tiga hari pada 14–16 September itu ditekan jadi sehari saja secara virtual.

Karena acara tiga hari dijadikan sehari, otomatis waktu pembahasan cukup lama. Dari rundown yang diberikan PT LIB kepada peserta, acara dimulai pukul 09.30 dan selesai pukul 18.00.

Selain perwakilan dari LIB, acara tersebut menghadirkan tim medis dari PSSI yang menyusun panduan protokol kesehatan di sepak bola Indonesia plus Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja.

Banyak hal yang dibahas terkait protokol kesehatan. Tentu yang paling penting adalah keselamatan tim selama menjalani kompetisi. Hal yang selama ini ditanyakan banyak peserta itu dijelaskan secara detail oleh LIB dan tim medis dari PSSI.

Salah satunya adalah apa yang harus dilakukan ketika ada salah seorang pemain, ofisial, atau pelatih yang terkena korona selama menjalani kompetisi. Dalam penjelasannya kemarin, LIB meminta tiap klub menyiapkan sarana untuk karantina.

Nantinya, orang yang terindikasi korona akan dikarantina dengan dua opsi waktu. Yakni, 10 hari dan 14 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut hasil swab test menunjukkan negatif, pemain, pelatih, ataupun ofisial diperkenankan untuk langsung kembali ke dalam klub.

Direktur Operasional LIB Akhmad Hadian Lukita mengaku puas dengan hasil dari medical workshop kemarin. Walau digelar secara virtual, dia yakin klub-klub akan bisa menjalankan protokol kesehatan dengan sangat baik selama kompetisi. ’’Harus ditanyakan lagi kepada klub-klub ya. Kalau dari penjelasan tadi, saya pribadi sudah paham,’’ tuturnya.

Nah, selain adanya prosedur untuk pihak yang terkena korona, LIB sendiri memberikan syarat kepada klub sebelum memulai kompetisi. Yakni, kembali mengadakan swab test untuk para pemain. Jadwal swab test harus mulai dikirimkan kepada LIB pada 17 September.

Dari sinilah, LIB mulai tahap pemantauan latihan klub. Artinya, klub-klub sudah harus mulai menerapkan protokol kesehatan yang sudah dijabarkan dalam medical workshop setelah melakukan swab test mandiri kepada pemainnya.

’’LIB akan kembali melakukan swab test secara masal pada H-3 hingga H-2 sebelum pertandingan,’’ ujarnya.

Satu hal yang belum pernah dijabarkan, Lukita menyebut driver bus yang akan antar-jemput pemain selama latihan hingga pertandingan juga wajib melakukan swab test. Hal ini dimaksudkan agar perjalanan darat yang akan ditempuh pemain selama lanjutan Liga 1 dimulai benar-benar harus steril dari virus korona.

’’Boleh diganti-ganti sopirnya. Yang jelas, siapa pun nanti yang ikut di dalam bus rombongan tim wajib melakukan PCR terlebih dulu,’’ tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, klub-klub juga diminta benar-benar mengawasi kondisi skuadnya. Jika memang ada pemain yang demam, batuk, hingga gejala korona lainnya, harus langsung dilakukan rapid test. ’’Kami sendiri akan melakukan swab test rutin tiap dua pekan sekali,’’ katanya.

Direktur Operasional LIB Sudjarno berharap apa yang dijabarkan dalam medical workshop diimplementasikan dengan baik. Terutama kepada tim medis di setiap klub.

’’Tugas yang akan dibebankan kepada tim medis dua sampai tiga kali lebih berat dibandingkan biasanya. Dibutuhkan ketelitian, kedisiplinan, dan komitmen yang tinggi bagi seluruh petugas medis di klub dan penyelenggaraan pertandingan,’’ tegasnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore