alexametrics
Liga 3 2019

Tidak Ada Lagi Kata Persegres, Pilih Pakai Gresik United

10 Oktober 2019, 11:30:59 WIB

JawaPos.com – Demo tak kenal lelah yang dilakukan Ultrasmania berbuah manis. Manajemen lama di bawah naungan PT Persegres Joko Samudro (PJS) akhirnya menyerah. Kepengurusan akan dikembalikan masyarakat, dalam hal ini DPRD Kabupaten Gresik.

Ketua DPRD Kabupaten Gresik Fandi Ahmad Yani didapuk sebagai penanggung jawab. Penyerahan akan dilakukan dalam dua atau tiga hari ke depan. Karena itu, pihak dewan dan Ultrasmania segera berembuk. ”Kami tata skema ke depan seperti apa. Kemungkinan Ultras dilibatkan dalam jajaran manajemen,” kata Ketua Ultras Toriqi Fajerin kepada Jawa Pos.

Penasihat Ultras Mulyadi menambahkan, akan ada tiga nama yang diusulkan masuk ke jajaran manajemen. ”Besok (hari ini, Red) nama-nama itu akan kami serahkan,” jelasnya.

CEO Persegres Angga Adi Perdana sudah tahu akan ada penyerahan PT PJS kepada pihak DPRD Kabupaten Gresik. Bukannya menolak, Angga justru mendukung. Meski, dengan penyerahan itu, posisinya sebagai CEO Persegres terancam. ”Kalau itu yang terbaik buat sepak bola Gresik, saya support saja,” katanya kepada Jawa Pos.

Setelah ada penyerahan, nama tim akan diubah. Tidak ada lagi kata Persegres. ”Kami pakai Gresik United saja,” kata Toriqi Fajerin. Itu sesuai dengan nama tim sebelum PT PJS mengambil alih pada 2010. Soal itu, Angga tak mau ambil pusing. ”Biar diatur nanti mekanismenya seperti apa, kami ikut saja,” tambah Angga.

Manajemen lama memang harus mengalah. Aksi Ultras yang tak kenal lelah membuat posisi mereka terjepit. Kemarin siang, Ultras kembali meluruk kantor DPRD Kabupapten Gresik. Mereka kemudian diterima pimpinan dewan. Sayang, lagi-lagi tidak ada perwakilan dari PT PJS. Kondisi itu membuat Ultras muntap. Mereka kemudian meminta Persegres dilarang bermain di Gresik.

Setelah itu, Ultras menyerahkan nama jajaran manajemen PT PJS kepada pimpinan dewan. Di posisi direktur, ada Qomaruddin, sedangkan Adi Sucipto adalah komisaris PT PJS. ”Kami malah baru tahu nama pemimpin di PT PJS. Selama ini CV PT PJS saja saya tidak pernah lihat,” kata Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim.

Keduanya kemudian dihubungi untuk hadir di kantor DPRD Kabupaten Gresik. Sayang, tidak ada yang bisa hadir. Dewan kemudian melakukan komunikasi melalui telepon. Akhirnya, manajemen sepakat menyerahkan PT PJS ke DPRD Kabupaten Gresik. Keputusan itu sangat melegakan Ultras. ”Karena tuntutan sudah dipenuhi, semua boikot kami cabut,” terang Mulyadi.

Persegres tetap akan melakoni laga kandang di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Terdekat, mereka akan menjamu Perssu Sumenep pada Minggu (13/10).

Dalam laga itu, kemungkinan Persegres akan diisi manajemen baru. Sebab, penyerahan PT PJS ke pihak dewan diharapkan tuntas sebelum laga tersebut. ”Kami berharap bisa membawa bangkit Gresik United. Ini sudah sesuai dengan keinginan masyarakat Gresik. Kami harap semua bersatu mendukung Gresik United,” tambah pria yang akrab disapa Kaji Mul itu.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads