
Kondisi Stadion Andi Matalatta yang semakin tak terurus sejak virus korona merebak Kamis, 21 Mei. Warga sekitar stadion memanfaatkan lahan kosong untuk menanam jangka pendek seperti sayuran. TAWAKKAL/FAJAR
TRAGEDI Kanjuruhan yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan evaluasi seluruh stadion menjadi perhatian M. Al Fajri. Pria yang dijuluki deputi Mendagri Red Gank, salah satu kelompok suporter PSM Makassar, itu mendukung perspektif pemerintah soal stadion yang layak. Setidaknya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pendukung klub bola yang nribun alias nonton laga di stadion.
Ironisnya, PSM Makassar belum punya kandang. Pembangunan Stadion Andi Mattalatta yang lebih populer dengan nama Mattoanging belum kunjung usai. Sudah dua tahun Fajri dan seluruh suporter PSM Makassar menunggu. Tepatnya sejak Oktober 2020.
”Ketika teman-teman suporter di Jawa memperjuangkan stadion yang ramah penonton, kami di sini berjibaku agar PSM Makassar segera punya stadion yang strategis untuk laga kandang,” kata Fajri kepada Jawa Pos kemarin (8/10).
Dia menyebut lambannya pembangunan stadion sebagai ketidakseriusan pemerintah dalam menyediakan fasilitas olahraga. Apalagi, karena Mattoanging tak kunjung rampung, suporter terpaksa pergi ke Kota Parepare untuk menyaksikan klub kesayangan berlaga di Stadion Gelora B.J. Habibie. Jaraknya berkisar 150 kilometer atau sekitar empat jam perjalanan darat.
Problem jarak itu jelas membuat posisi suporter PSM yang berangkat dari Makassar ke Parepare menjadi rentan dengan masalah keamanan. Misalnya, kecelakaan lalu lintas hingga ancaman kejahatan kriminal jalanan. Fajri menyebut tak terhitung lagi jumlah suporter yang mengalami kecelakaan di jalan karena faktor kelelahan. ”Suporter PSM itu paling banyak di Makassar,” ujarnya.
Fajri berharap jalan berliku bagi PSM Makassar untuk punya stadion itu sebanding dengan hasilnya nanti. Jangan sampai stadion yang pembangunannya lama dan penuh kontroversi itu nanti juga ternyata tidak sesuai dengan standar. Mumpung masih dalam proses, Mattoanging seharusnya bisa menjadi stadion yang ideal. Baik terkait dengan signage atau papan penunjuk jalur mitigasi dan evakuasi maupun fasilitas lain untuk mengamankan penonton.
Awalnya, menurut Fajri, Pemprov Sulsel hanya akan merenovasi Mattoanging tanpa mengubah fasadnya yang punya nilai historis. Namun, dua tahun berlalu dan ternyata stadion itu dibongkar. Kini ganjalannya ada pada birokrasi. ”Kami yakin ada tarik-ulur dalam proses lelang sehingga belum ada pemenangnya,” ungkapnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
