
Siswanto meminta rekan-rekannya tampil all out pada dua pertandingan melawan Blitar United dan Persigo Semeru FC.
JawaPos.com - Blitar United cuma menempati posisi ketujuh wilayah timur pada Liga 2 2018. Mereka terhenti pada fase pertama. Namun, uniknya, Aceh United yang sukses melaju ke babak delapan besar Liga 2 justru meminjam sepuluh pemain Blitar United plus sang pelatih Bonggo Pribadi untuk mengarungi babak penting tersebut.
Bonggo ditunjuk menggantikan pelatih asal Cile Simon Elissetche pada babak delapan besar. ''Memang kami waktu itu sudah selesai. Lalu, manajer kami memberikan kabar untuk bergabung dengan Aceh United,'' kata Bonggo.
Banyaknya pemain yang diboyong sempat menimbulkan spekulasi bahwa Aceh United mendapat bantuan dari Vigit Waluyo melalui Blitar United. Apalagi, saat itu Aceh United mengalami masalah finansial.
Sumber Jawa Pos seorang pengurus penting di sebuah klub Liga 2 membenarkan bahwa Vigit memberikan bantuan kepada Aceh United yang sedang kesulitan. Namun, syaratnya memang harus satu paket. Karena itu, terjadilah ''bedol desa'' tersebut.
Aceh United melawan PSMP pada laga terakhir babak 8 besar Liga 2. Saat itu Aceh yang menjadi tuan rumah menang 3-2. Pada pertandingan tersebut, lahir penalti hantu Krisna Adi Darma.
Namun, bantuan Vigit itu dibantah Bonggo. Dia menegaskan, hijrahnya dirinya dan sepuluh pemain tersebut murni untuk membantu Aceh mengarungi babak delapan besar. Sebab, saat itu Aceh kekurangan pemain karena melepas tujuh orang pemain. ''Manajemen (Blitar United) tahu bahwa yang saya bawa memang tim inti. Kalau sudah delapan besar, kan konteksnya harus kasih tim yang terbaik,'' kata Bonggo.
Sebenarnya saat itu Bonggo akan memboyong sebelas pemain ke Aceh United. Namun, salah seorang pemainnya, M. Rizky, batal ikut rombongan karena istrinya melahirkan.
Bonggo memastikan bahwa nasib sepuluh pemain yang sempat merapat ke Aceh masih aman dan telah kembali ke Blitar. Skuadnya akan dipertahkan untuk mengarungi kompetisi Piala Indonesia.
Bonggo juga mengomentari salah seorang pemain yang ikut dalam ''bedol desa'' tersebut, yakni Yoga Eka Firmansyah Hera. Nama Yoga sempat tercatut dalam usaha pengaturan skor dalam pertandingan PSBK Blitar melawan OTP37 Mamuju. Berdasar pengakuan kapten OTP37 Michael Aditya Wijaya, Yoga menawari uang masing-masing Rp 5 juta kepada lima sampai enam pemain agar OPT37 mengalah.
Namun, Bonggo tidak percaya dengan pengakuan Michael itu. ''Justru saya tahu setelah baca koran. Kemudian, saat ketemu, saya tanya langsung. Dia bilang tidak merasa menelepon. Dia pemain yang baik. Saya selalu percaya dengan pemain saya,'' kata Bonggo.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
