
MENUJU EURO 2020 AFP - AP PHOTO
JawaPos.com – Semestinya sejak tahun lalu negara mana yang jadi jawara Eropa diketahui. Apakah Portugal yang berhasil mempertahankan gelar; kekuatan-kekuatan lama seperti Jerman, Spanyol, dan Prancis yang berjaya; atau justru lahir juara baru?.
Hantaman pandemi Covid-19 membuat semuanya itu belum terjawab. Sebab, Euro 2020 harus dihelat mundur setahun dari jadwal semula.
Dan, penantian itu berakhir Jumat lusa (11/6) atau Sabtu dini hari WIB (12/6) saat Turki berduel melawan Italia di Stadion Olimpico, Roma, dalam laga pembuka Euro 2020. Dan, akan mencapai puncaknya pada final 11 Juli nanti di Stadion Wembley, London.
Inilah Piala Eropa yang bakal bikin Benua Biru itu paling repot sepanjang masa. Bagaimana tidak. Untuk kali pertama sejak dilangsungkan pada 1960, ajang empat tahunan tersebut akan dihelat di 11 kota dan di 11 negara berbeda. Padahal, biasanya paling banyak hanya dua negara yang menjadi co-host.
Pandemi Covid-19 juga turut berkontribusi membuat Euro edisi kali ini berbeda. Penonton, misalnya, memang boleh datang ke stadion. Tapi, jumlahnya terbatas.
Mengutip situs UEFA, jumlah penonton di tiap stadion pun bakal berbeda. Sebagai contoh, Olimpico maksimal hanya diisi 25 persen dari kapasitas total 70.634 tempat duduk. Sedangkan Stadion St Petersburg di St Petersburg, Rusia, dan Stadion Olimpiade, Baku, Azerbaijan, bisa ditempati 50 persen dari kapasitas total.
Total ada 24 tim peserta yang ikut serta, sama dengan edisi sebelumnya. Hanya Azerbaijan yang berstatus tuan rumah tetapi gagal lolos ke putaran final. Dua tim teratas di klasemen akhir dari keenam grup bakal otomatis melaju ke fase knockout. Sisanya akan diambil dari empat tim peringkat ketiga terbaik.
Untuk Euro kali ini, dengan pertimbangan waktu yang mepet dari kompetisi-kompetisi antarklub, UEFA juga memutuskan menambah kuota pemain yang bisa dibawa. Jika selama ini satu skuad hanya diizinkan mendaftarkan 23 pemain, di edisi kali ini bertambah jadi 26 pemain. Selain itu, akan diberlakukan pergantian pemain hingga lima kali untuk kali pertama.
Debut format baru di Euro juga merambah ke aspek pengadil pertandingan. Bakal ada VAR (video assistant referee) yang dalam beberapa musim terakhir sudah digunakan di lima liga elite Eropa plus Liga Champions dan Liga Europa.
"Ini (Euro, Red) akan menjadi kesempatan sempurna untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Eropa sedang beradaptasi. Eropa hidup dan merayakan kehidupan. Eropa telah kembali,” papar Presiden UEFA Aleksander Ceferin.
Photo

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
