Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 01.00 WIB

PSM Makassar Gagal Sapu Bersih Kemenangan Sisa Musim Super League, Ahmad Amiruddin Benahi Mentalitas Pemain

Persis Solo bawa pulang satu poin usai menahan imbang PSM Makassar 1-1 pada pekan ke-26 Super League 2025/26. (Istimewa) - Image

Persis Solo bawa pulang satu poin usai menahan imbang PSM Makassar 1-1 pada pekan ke-26 Super League 2025/26. (Istimewa)

JawaPos.com  - PSM Makassar gagal menyapu bersih kemenangan di sisa musim setelah ditahan imbang Persis Solo pada pekan ke-26 Super League. Padahal, tim Juku Eja sempat unggul lebih dahulu lewat gol Yuran Fernandes sebelum laga berakhir 1-1.

Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, menyampaikan permohonan maaf atas hasil tersebut. Ia menilai terjadi penurunan signifikan pada babak kedua, terutama dari segi intensitas permainan dan mentalitas pemain.

“Saya dan tim mohon maaf karena hasil ini tidak sesuai harapan. Babak pertama sudah berjalan sesuai rencana, kita bermain menyerang dan mencetak gol. Tapi di babak kedua, problem mulai terjadi, intensitas menurun,” ujarnya.

Menurut Ahmad, secara taktik permainan di babak pertama berjalan efektif. Namun setelah turun minum, performa tim berubah drastis meski sudah dilakukan sejumlah pergantian pemain.

“Opsi pergantian pemain sudah kami lakukan untuk menambah energi, tapi hasilnya belum sesuai harapan,” tambahnya.

Ia juga mengakui pemain pengganti belum mampu memberi dampak positif. Bahkan, tim justru kesulitan mengembangkan permainan dan kehilangan kontrol di lapangan.

Situasi semakin memburuk akibat kesalahan sendiri yang berujung pada gol balasan Persis Solo. “Parahnya lagi, kami kebobolan karena kesalahan sendiri. Ini jadi catatan penting untuk segera kami benahi,” tegasnya.

Ahmad turut menyoroti mentalitas pemain yang dinilai belum cukup kuat. Ia menyebut ada perbedaan antara pemain yang ingin memberikan kontribusi maksimal dengan yang sekadar menjalankan peran.

“Ini soal mentalitas. Kita butuh pemain yang benar-benar ingin memberi lebih untuk tim, bukan sekadar menjalankan kewajiban. Di momen sulit, kita butuh leader yang bisa mengangkat tim,” jelasnya.

Ia menegaskan, kepemimpinan tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain, melainkan harus menjadi tanggung jawab seluruh tim. Evaluasi pun akan dilakukan secara terbuka melalui komunikasi langsung dengan para pemain.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore