Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Maret 2026, 06.58 WIB

Dari Yakob Sayuri hingga Romeny, Ini Rapor Lengkap Striker Timnas Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny. (Dok. Romeny) - Image

Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny. (Dok. Romeny)

 

JawaPos.com–Performa lini depan Timnas Indonesia menjelang agenda FIFA Series Maret 2026 menjadi sorotan. Dari enam nama yang dipanggil pelatih John Herdman, hanya segelintir pemain yang menunjukkan produktivitas stabil di level klub sepanjang musim 2025/2026.

Sorotan utama tentu tertuju pada Yakob Sayuri. Winger lincah ini tampil paling menonjol dibandingkan rekan-rekannya.

Bersama Malut United, Yakob mampu mencatatkan enam gol dan satu assist dari 19 pertandingan. Selain tajam, kontribusinya juga terlihat dari konsistensi menit bermain yang menembus lebih dari 1.500 menit. Tak berlebihan jika ia disebut sebagai harapan utama lini depan Garuda saat ini.

Di sisi lain, Ramadhan Sananta yang bermain untuk DPMM FC masih belum mencapai ekspektasi. Meski tampil reguler dengan 24 pertandingan, dia baru mencetak empat gol dan dua assist.

Sebagai striker utama, angka tersebut masih tergolong minim. Itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajaran pelatih Timnas Indonesia untuk mengembalikan ketajaman eks penyerang PSM Makasar tersebut.

Nama lain seperti Beckham Putra menunjukkan kontribusi yang cukup menarik meski tidak selalu menjadi starter. Winger Persib Bandung ini mencatatkan dua gol dan empat assist dari 31 laga. Efisiensinya dalam memanfaatkan peluang membuatnya tetap layak dipertimbangkan sebagai opsi rotasi.

Namun, tidak semua penyerang berada dalam kondisi ideal. Ole Romeny, misalnya, mengalami musim yang sulit akibat cedera dan ketatnya persaingan di klubnya.

Dari 14 penampilan, dia belum mencetak gol, dengan total menit bermain yang terbatas. Situasi serupa juga dialami Ragnar Oratmangoen yang baru mencetak satu gol dari 13 pertandingan, sebagian besar karena kendala kebugaran.

Sementara itu, Mauro Zijlstra menjadi pemain dengan menit bermain paling minim. Dia hanya tampil dua kali di level senior musim ini. Meski sempat mencetak gol di level junior, kontribusinya di tim utama masih belum terlihat.

Dari gambaran tersebut, terlihat bahwa lini depan Timnas Indonesia belum memiliki konsistensi yang solid. Ketergantungan pada beberapa pemain saja bisa menjadi risiko besar saat menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Pelatih John Herdman tentu memiliki pekerjaan rumah untuk meramu kombinasi terbaik. Tidak hanya soal ketajaman, tetapi juga konsistensi dan chemistry antar pemain.

FIFA Series nanti bisa menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi penting bagi para penyerang Garuda. Jika ingin bersaing di level Asia, peningkatan performa lini depan menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore