Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 23.34 WIB

Liga 1 Putri Direncanakan Bergulir Kembali Tahun Depan, PSSI Sebut Tahun Ini Akan Digelar Pramusim

FILE - Pemain putri Persebaya Surabaya Sintia Nur Khoriah hendak menghalau bola dari pemain putri Arema FC pada seri pertama Liga 1 Putri 2019 di Pusat Diklat Arhanud Pendem Kota Batu, Jawa Timur. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

FILE - Pemain putri Persebaya Surabaya Sintia Nur Khoriah hendak menghalau bola dari pemain putri Arema FC pada seri pertama Liga 1 Putri 2019 di Pusat Diklat Arhanud Pendem Kota Batu, Jawa Timur. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan langkah untuk kembali menggulirkan kompetisi Liga 1 Putri Indonesia yang direncanakan berlangsung pada 2027.

Sebagai tahap awal, PSSI berencana menggelar turnamen pramusim pada tahun ini. Agenda tersebut disiapkan sebagai ajang pemanasan sekaligus evaluasi sebelum kompetisi resmi digelar. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang membidangi sepak bola putri, Vivin Cahyani Sungkono, menjelaskan pihaknya sedang mematangkan struktur serta format kompetisi Liga 1 Putri agar dapat berjalan berkelanjutan.

“Seperti yang sudah disampaikan Ketua Umum PSSI, pramusim direncanakan berlangsung tahun ini. Lalu liga resminya digelar tahun depan,” ujar Vivin.

Menurutnya, pramusim menjadi bagian penting untuk melihat kesiapan berbagai aspek penyelenggaraan kompetisi, mulai dari format pertandingan hingga kesiapan klub peserta.

Melalui agenda tersebut, PSSI ingin mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum Liga 1 Putri benar-benar digulirkan kembali secara penuh.

Vivin menilai kehadiran kompetisi reguler sangat penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional, khususnya untuk mendukung pembinaan pemain tim nasional. Selama ini, para pemain Tim Nasional Putri Indonesia umumnya hanya berkumpul ketika menghadapi agenda FIFA Matchday atau turnamen resmi di tingkat regional maupun Asia. Karena itu, PSSI ingin menghadirkan kompetisi yang berkelanjutan sehingga para pemain memiliki wadah untuk bertanding secara rutin di level klub.

“Yang kami inginkan, Liga 1 Putri bisa berjalan berkelanjutan, bukan hanya sekali digelar lalu berhenti,” beber Vivin.

Selain itu, PSSI juga menyiapkan sistem khusus untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub peserta Liga 1 Putri. Salah satu rencananya adalah menerapkan sistem seeded bagi pemain yang berstatus anggota Timnas Putri Indonesia. Sistem tersebut bertujuan agar para pemain timnas tidak menumpuk di satu klub saja.

Dengan pembagian yang merata, diharapkan setiap tim peserta memiliki kekuatan yang relatif seimbang sehingga kompetisi menjadi lebih kompetitif.

“Pemain timnas akan diatur dengan sistem seeded. Kalau tidak, nanti bisa menumpuk di satu klub saja. Misalnya ada enam tim, PSSI akan membaginya secara merata,” jelas Vivin.

Sebagai informasi, Liga 1 Putri terakhir kali digelar pada 2019 dengan format turnamen yang diawali fase grup sebelum berlanjut ke semifinal dan final. Saat itu kompetisi diikuti sepuluh klub yang dibagi ke dalam dua grup. Persib Bandung Putri keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tira-Persikabo Putri dengan agregat 6-1 di partai final.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore