
Persija Jakarta vs Borneo FC pada lanjutan Liga 1 di Stadion JIS, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Persija Jakarta masih menjaga asa dalam perburuan gelar Super League 2025–2026. Manajemen Macan Kemayoran mulai menghitung berbagai skenario untuk menjaga peluang juara hingga akhir kompetisi.
Saat ini, usai memainkan 24 laga, Persija tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, serta dua poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua. Dengan selisih yang relatif tipis dan jumlah 10 pertandingan tersisa, peluang Persija untuk bersaing dalam perebutan podium juara dinilai masih terbuka.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, mengungkapkan bahwa manajemen sempat membahas skenario perolehan poin hingga akhir musim bersama Direktur Persija, Mohamad Prapanca. Diskusi tersebut dilakukan setelah Persija bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC dalam laga kandang (3/3).
Seusai pertandingan, Prapanca langsung mengajak Bambang untuk memetakan kemungkinan hasil dalam sepuluh pertandingan terakhir.
Dalam sepuluh laga sisa, lawan-lawan yang akan dihadapi Persija tidak mudah. Yang terdekat, Persija akan menjamu Dewa United.
“Setelah pertandingan melawan Borneo FC, Pak Panca memanggil saya untuk berdiskusi. Kami mencoba membuat skema kira-kira bagaimana 10 pertandingan ke depan. Kemungkinan menang di mana atau hasil seperti apa yang mungkin terjadi,” ujar pria yang akrab disapa Bepe itu.
Dari simulasi tersebut, Bepe memperkirakan persaingan menuju gelar juara akan berlangsung sangat ketat hingga pekan terakhir. Menurut perhitungannya, selisih poin di papan atas kemungkinan hanya terpaut satu hingga dua angka saat kompetisi memasuki pekan ke-34 atau pekan terakhir.
“Perkiraan kami, pada pekan ke-34 nanti selisihnya akan sangat tipis, mungkin hanya satu atau dua poin. Namun, ini tentu masih sebatas perkiraan,” jelas legenda hidup Persija tersebut.
Dengan kondisi tersebut, Bepe menegaskan bahwa satu-satunya cara bagi Persija untuk tetap berada dalam jalur perebutan gelar adalah menghindari kekalahan di sisa pertandingan. Timnya tidak boleh lagi kehilangan poin jika ingin terus menekan pesaing di papan atas.
“Artinya, Persija tidak boleh lagi terpeleset dalam situasi apa pun. Kalau bisa, jangan sampai kalah lagi,” tegasnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
