
Wasit Yudi Nurcahya Di Pertandingan Persita Tangerang Vs Persebaya Surabaya pada Super League pekan kedua di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Sabtu (16/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Big match Borneo FC menjamu Persebaya Surabaya akan tersaji dalam lanjutan Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3) malam WIB. Laga ini akan dipimpin wasit asal Bandung, Yudi Nurcahya.
Wasit lokal memang kerap menjadi sorotan dalam beberapa laga terakhir, termasuk laga yang dimainkan Persebaya. Misalnya pada pekan lalu saat Green Force menghadapi Persib Bandung.
Salah satu gol Persebaya yang dicetak Bruno Moreira melalui titik penalti dianggap kontroversial karena saat ia jatuh di kotak terlarang, pihak Persib menganggap tidak ada pelanggaran yang berbahaya.
Maka dari itu, pertandingan Borneo kontra Persebaya ini juga menjadi ujian berat bagi wasit Yudi Nurcahya karena duel ini sangat krusial bagi kedua tim dalam persaingan di papan atas. Jika keputusannya dianggap ambigu, maka ia bisa menjadi sasaran kritik.
Menanggapi Yudi Nurcahya yang akan memimpin laga ini, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak terlalu ambil pusing karena ia lebih memilih untuk fokus pada timnya.
"Saya tidak terlalu peduli dengan wasit yang akan memimpin nanti. Saya hanya fokus pada permainan tim saya, karena saya tidak bisa mengontrol wasit. Saya hanya bisa mengontrol para pemain saya," ujar Tavares seperti dikutip dari akun YouTube resmi klub.
Di sisi lain, pihak Borneo FC melalui manajernya, Dandri Dauri justru cemas terhadap kepemimpinan wasit Yudi. Hal ini lantaran Yudi Nurcahya berasal dari Bandung. Ia khawatir wasit akan menguntungkan tim tamu agar berdampak positif bagi salah satu pesaing Pesut Etam di posisi tiga besar.
“Posisi tiga besar sekarang sangat tipis poinnya. Kalau seperti ini pasti akan timbul curiga,” ucap Dandri seperti dikuti dari Kaltim Post.
Ia menambahkan, operator liga seharusnya menunjuk wasit dari daerah lain yang lebih netral. Sebab, Indonesia memiliki cukup banyak wasit berlisensi yang mampu memimpin pertandingan krusial antartim papan atas.
Sebagai informasi, jam terbang wasit Yudi Nurcahya sebenarnya sudah cukup tinggi. Mengutip dari Transfermarkt, selama musim ini saja, ia sudah memimpin 11 pertandingan Super League. Selain itu, karena berlisensi FIFA, ia juga sudah memimpin beberapa laga internasional.
Misalnya pada 2025, ia memimpin pertandingan persahabatan antara Malaysia kontra Palestina, serta satu pertandingan AFC Challenge League di tahun yang sama, antara Al Shabab kontra Paro FC.
Uniknya, ketika memimpin laga Persebaya, Green Force justru kerap meraih hasil positif saat dipimpin Yudi musim ini. Tercatat, tim kebanggaan Arek-arek Suroboyo ini mengalahkan Persita 1-0, lalu imbang 1-1 menghadapi Dewa United, dan menang atas Persijap 4-0.
Sebaliknya, laga Borneo FC yang baru sekali dipimpin oleh Yudi justru berakhir dengan kekalahan bagi Pesut Etam, yaitu saat takluk dari Bali United 1-0. Dandri juga menilai pada laga tersebut, sejumlah keputusan Yudi di lapangan banyak yang merugikan Borneo FC.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
