Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Januari 2026, 02.50 WIB

Profil Kuncoro: Perginya Penjaga Nilai Arema FC, Memori Manis Kesetiaan Legenda Singo Edan yang Pergi Selamanya

Kuncoro (kanan) saat mengabdi di Arema FC. (Arema FC) - Image

Kuncoro (kanan) saat mengabdi di Arema FC. (Arema FC)

JawaPos.com — Kepergian legenda Arema FC, Kuncoro, menjadi kabar duka yang mengguncang sepak bola Malang. Sosok ikonik Singo Edan itu meninggal dunia dan meninggalkan jejak panjang pengabdian yang sulit tergantikan.

Kuncoro mengembuskan napas terakhir pada Minggu sore (18/1) pukul 17.15 setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai penyebab meninggalnya masih terus didalami berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Kuncoro diketahui sempat bermain sepak bola bersama rekan-rekannya. Kondisinya menurun secara tiba-tiba hingga membutuhkan penanganan medis intensif.

Situasi darurat itu membuat Kuncoro segera dibawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan pertolongan. Namun takdir berkata lain, nyawa legenda Arema FC tersebut tak tertolong meski sempat ditangani tenaga medis.

Kepergian Kuncoro yang mendadak mengejutkan banyak pihak, khususnya keluarga besar Arema FC dan Aremania. Selama ini, ia dikenal aktif, sehat, dan selalu dekat dengan aktivitas sepak bola hingga akhir hayat.

Nama Kuncoro bukan sosok asing dalam perjalanan panjang Arema FC sejak era Galatama. Ia menjadi salah satu figur paling setia yang tumbuh dan besar bersama klub kebanggaan Malang itu.

Karier Kuncoro bersama Arema dimulai saat klub masih berkompetisi di Galatama. Sejak masa itu, ia menjelma menjadi pemain penting dengan karakter keras, disiplin, dan penuh determinasi di lapangan.

Gaya bermainnya membuat Kuncoro disegani lawan dan dicintai pendukung. Ia dikenal tak pernah setengah-setengah saat membela lambang Singo Edan di dada.

Puncak perjalanan Kuncoro sebagai pemain terjadi saat Arema menjuarai Galatama musim 1992–1993. Gelar tersebut menjadi salah satu prestasi paling bersejarah dalam perjalanan klub Arema FC.

Keberhasilan itu menempatkan Kuncoro dalam daftar legenda Arema yang tak tergantikan. Ia menjadi bagian generasi emas yang mengangkat nama Arema di panggung sepak bola nasional.

Setelah gantung sepatu, Kuncoro tak pernah benar-benar meninggalkan Arema. Ia memilih melanjutkan pengabdian sebagai pelatih di klub yang telah membesarkan namanya.

Dalam berbagai periode kepelatihan, Kuncoro dipercaya menjadi asisten pelatih Arema FC. Perannya bukan sekadar teknis, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemain dan manajemen.

Dalam kondisi tertentu, Kuncoro beberapa kali didapuk sebagai pelatih caretaker. Ia hadir sebagai solusi darurat sekaligus penjaga stabilitas tim di masa-masa transisi.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore