Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2026, 04.39 WIB

Liga 4 Shaolin Soccer! Tendangan Kungfu Pemain Kafi Jogja ke Kepala Pemain UAD FC Viral, Wasit Disorot

Pemain UAD FC sebelum laga menghadapi Kafi Jogja. (UAD FC) - Image

Pemain UAD FC sebelum laga menghadapi Kafi Jogja. (UAD FC)

JawaPos.com—Viral lagi tendangan brutal pemain Kafi Jogja ke kepala pemain UAD FC di Liga 4 Jogjakarta dan langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Insiden ini terjadi di tengah sorotan tajam terhadap kerasnya permainan di kompetisi level bawah yang kembali memakan korban.

Aksi tak terpuji itu muncul dalam pertandingan UAD FC melawan Kafi Jogja FC yang digelar di lapangan Sitimulyo, Jogjakarta. Laga tersebut berlangsung panas sejak awal dan berujung insiden berbahaya pada menit-menit krusial pertandingan.

Peristiwa terjadi pada menit ke-73 saat Kafi Jogja FC sedang unggul tipis 1-0 atas UAD FC. Dalam momen yang terekam jelas kamera, pemain Kafi Jogja bernomor punggung dua melepaskan tendangan kungfu ke arah wajah pemain UAD FC bernomor punggung 24. 

Tendangan itu mengarah langsung ke kepala dan wajah pemain UAD yang sedang berebut bola. Benturan keras membuat pemain UAD FC langsung terjatuh dan tergeletak di lapangan sambil memegangi pipinya. 

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari pemain UAD FC dan penonton yang menyaksikan langsung di lapangan. Banyak pihak menilai aksi itu sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan pemain. 

Ironisnya, keputusan wasit dalam insiden ini justru memancing kontroversi baru. Wasit hanya memberikan kartu kuning kepada pemain KAFI Jogja FC yang melakukan tendangan brutal tersebut. 

Tak hanya itu, wasit juga langsung menghampiri pemain UAD FC yang masih tergeletak kesakitan di rumput. Alih-alih memanggil tim medis, wasit justru meminta sang pemain segera bangun agar pertandingan bisa dilanjutkan. 

Pertandingan pun kembali berjalan tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Pemain nomor punggung 24 dari UAD FC akhirnya berdiri dan melanjutkan laga meski terlihat masih menahan sakit. 

Cuplikan video tendangan ke arah wajah pemain UAD FC itu dengan cepat menyebar luas di media sosial pada Selasa (6/1). Publik pun ramai-ramai menyebut insiden ini sebagai Liga 4 Shaolin Soccer karena kerasnya aksi yang terjadi.

Banyak netizen menyayangkan minimnya perlindungan terhadap pemain di kompetisi Liga 4. Sorotan tajam juga diarahkan kepada perangkat pertandingan yang dinilai gagal memberi sanksi setimpal. 

Insiden di Jogjakarta ini mengingatkan publik pada kejadian serupa yang baru saja terjadi sehari sebelumnya di Jawa Timur. Pada Senin (5/1), aksi kungfu brutal juga terjadi di Liga 4 Jatim. 

Saat itu, pertandingan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung diwarnai insiden yang jauh lebih fatal. Pemain Perseta, Firman Nugraha, menjadi korban tendangan keras dari pemain lawan. 

Firman Nugraha mengalami kejang, sesak napas, hingga retak pada tulang rusuk usai terkena tendangan kungfu brutal. Pelaku dalam insiden tersebut adalah pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar. 

Kasus di Jawa Timur berujung pada hukuman berat dari otoritas sepak bola setempat. Komite Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar. 

Sanksi tegas itu dijatuhkan atas tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim. Keputusan tersebut sempat dipuji karena dianggap memberi efek jera dan perlindungan bagi pemain. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore