
Pablo Ganet pemain berusia 29 tahun itu resmi menerima panggilan Tim Nasional Guinea Khatulistiwa untuk berlaga di Piala Afrika 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Persita Tangerang dipastikan tidak akan diperkuat gelandang andalan mereka, Pablo Ganet, pada dua laga akhir Desember.
Pemain berusia 29 tahun itu resmi menerima panggilan Tim Nasional Guinea Khatulistiwa untuk berlaga di Piala Afrika 2025 yang berlangsung di Maroko mulai 21 Desember mendatang.
Kabar ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ganet, sekaligus tantangan bagi Persita yang sedang membutuhkan konsistensi poin di BRI Super League.
Dengan jadwal turnamen yang beririsan, Ganet akan absen ketika Persita menghadapi Persik Kediri pada 21 Desember di Indomilk Arena serta melawan Arema FC pada 29 Desember di Stadion Kanjuruhan, Malang.
“Senang bisa kembali mendapat kepercayaan untuk tampil di turnamen besar seperti Piala Afrika bersama negara saya. Ini menjadi turnamen ketiga saya bersama Guinea Khatulistiwa,” ujar Ganet dikutip dari website persitafc.com.
Sebelumnya, ia tampil pada edisi 2021 dan 2023. Pada dua kesempatan itu, Guinea Khatulistiwa mampu menembus perempat final dan 16 besar, sebuah pencapaian yang cukup membanggakan bagi tim yang tidak selalu difavoritkan di benua Afrika.
Tahun ini, tantangan baru sudah menanti. Guinea Khatulistiwa tergabung di Grup E bersama Aljazair, Burkina Faso, dan Sudan.
Ganet tidak menutup mata bahwa persaingan akan jauh dari kata mudah.
“Tentu setiap pertandingan akan sulit, di mana kami akan berjumpa negara-negara besar seperti Aljazair dan Burkina Faso,” lanjutnya.
Meski demikian, ia tetap optimistis bisa memberikan kontribusi maksimal bagi negaranya.
“Saya berharap bisa menjalani turnamen ini dengan baik dan tentu berharap Persita juga bisa meraih poin maksimal di dua laga pada bulan ini.”
Di skuat Guinea Khatulistiwa, Ganet termasuk nama senior dengan catatan 57 caps.
Ia akan bergabung bersama pemain-pemain berpengalaman lainnya seperti Pedro Obiang (Monza), Emilio Nsue (Intercity), dan Basilio Ndong (Tirana). Kehadiran para pemain senior tersebut diharapkan dapat memperkuat mental tim di fase grup.
Bagi Persita, absennya Ganet menjadi pekerjaan rumah tersendiri, terutama dalam menjaga stabilitas lini tengah.
Namun, klub asal Tangerang itu sudah sering menghadapi situasi serupa ketika pemain dipanggil tim nasional. Musim ini, mereka kembali dituntut untuk bisa beradaptasi dengan cepat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
