
Persebaya Surabaya tahan imbang PSM Makassar di Parepare. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Musim ini di Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya terus memancing perdebatan karena hanya meraih empat kemenangan dari 13 pertandingan. Banyak yang menilai performa Green Force cenderung medioker meski materi pemain cukup kompetitif.
Persebaya Surabaya kini berada di peringkat sembilan dengan 18 poin dan tertahan di papan tengah. Posisi itu terasa janggal karena jumlah kekalahan mereka hanya tiga kali sepanjang musim.
Dengan catatan kekalahan seminim itu, Persebaya Surabaya seharusnya bisa bersaing di kelompok atas. Namun, enam hasil imbang membuat langkah mereka terhambat dan poin yang terkumpul tidak optimal.
Minimnya kemenangan menjadi persoalan terbesar yang belum mereka pecahkan. Setiap laga berjalan ketat tetapi sering berakhir tanpa tiga poin.
Dalam empat pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya selalu bermain imbang 1-1. Tren itu terlihat saat melawan Arema FC, Bhayangkara FC, dan PSM Makassar yang semuanya berlangsung dengan pola serupa.
Kegagalan menuntaskan peluang menjadi penyebab utama mereka kehilangan dua poin di banyak laga. Persebaya Surabaya tidak kalah dalam duel, tetapi tak cukup tajam untuk memastikan kemenangan.
Statistik mereka sejatinya cukup menjanjikan dengan 15 gol dan 13 kali kebobolan. Margin tipis ini menunjukkan permainan Persebaya Surabaya stabil tetapi belum mampu mematikan lawan ketika diperlukan.
Saat menghadapi PSM di Makassar, Persebaya Surabaya pulang membawa satu poin setelah bermain imbang 1-1. Uston Nawawi mengapresiasi hasil tersebut dan menyebutnya sangat berarti bagi perkembangan tim.
“Bersyukur kami mendapatkan satu poin di Makassar dan memang dari awal kami bertekad mendapatkan tiga poin, tapi satu poin ini sangat berharga bagi kami,” ujar Uston.
Ia menilai para pemain tetap menunjukkan determinasi tinggi meski laga berlangsung ketat.
Persebaya Surabaya memang sedang berada dalam masa transisi setelah memutuskan kerja sama dengan Eduardo Perez. Uston kini menjadi pelatih interim sambil klub mencari pemimpin baru di ruang taktik.
Rumor yang beredar menyebut mantan pelatih PSM, Bernardo Tavarez, menjadi kandidat kuat untuk mengisi kursi pelatih Persebaya Surabaya.
Situasi ini membuat ruang ganti tim berada dalam fase penantian arah baru yang lebih stabil.
Di sisi lain, PSM yang mereka hadapi juga mengalami nasib serupa dengan banyaknya hasil seri. Tim Juku Eja berada di posisi delapan dengan hanya dua kekalahan tetapi tujuh hasil imbang.
Pelatih PSM, Tomas Trucha, menyebut duel melawan Persebaya Surabaya seperti permainan catur yang penuh taktik. Ia memuji kerja keras pemainnya dan dukungan besar suporter di stadion.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
