Gali Freitas saat berjuang bersama Persebaya Surabaya ketika dihajar Persija Jakarta. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, akhirnya buka suara soal keputusan mengejutkan yang ia buat dalam laga kontra Persija Jakarta. Ia menegaskan, keputusan melakukan rotasi pemain, termasuk mencadangkan Gali Freitas, murni berdasarkan hasil evaluasi selama sesi latihan.
Menurut Perez, seluruh pemain mendapat perlakuan yang sama dalam penilaian performa menjelang pertandingan besar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya itu.
Ia menilai keputusan menurunkan atau mencadangkan pemain sepenuhnya berlandaskan kebutuhan taktik dan kesiapan fisik, bukan faktor lain di luar lapangan.
Laga ini menjadi pukulan bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya tampil cukup menjanjikan di beberapa pekan terakhir.
Di hadapan ribuan Bonek yang memadati GBT, Green Force gagal menunjukkan ketajaman dan konsistensi permainan yang selama ini mereka banggakan.
Perez menyebut pertandingan melawan Persija seharusnya bisa berjalan seimbang karena kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk menang.
Namun, detail kecil dalam permainan justru menjadi pembeda yang membuat Persebaya Surabaya harus menelan hasil pahit di kandang sendiri.
“Kadang hasil pertandingan ditentukan oleh beberapa situasi, bola mati, penalti, atau satu tembakan. Jadi kami tahu apa yang harus diperbaiki,” kata Perez menambahkan.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu mengakui Persebaya Surabaya tampil baik di awal pertandingan, tetapi kehilangan fokus setelah kebobolan dua gol.
Situasi tersebut membuat permainan tim menjadi sulit dikendalikan dan arah serangan semakin mudah dibaca lawan.
Bagi Perez, kekalahan ini bukan soal kualitas pemain, melainkan tentang bagaimana tim mengelola momen krusial di tengah tekanan pertandingan.
Ia menegaskan pentingnya kedewasaan taktik dan disiplin dalam menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit.
“Bagi saya, ini pertandingan antara dua tim yang sama-sama ingin menang. Tapi tentu saja, kemenangan sering ditentukan oleh detail kecil.”
Meski kecewa, Perez meminta para pemain untuk segera melupakan hasil negatif tersebut dan fokus ke pertandingan berikutnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
