
Tangkapan layar laman resmi sistem manajemen kompetisi (CMS) Federasi Sepak Bola Malaysia (CMS) yang mengalami peretasan oleh oknum tak bertanggung jawab. (Cms.fam.org)
JawaPos.com - Laman resmi sistem manajemen kompetisi (CMS) Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengalami peretasan oleh oknum tak bertanggung jawab. Induk sepak bola Negeri Jiran diminta menebusnya dengan membayar sebesar 7 ribu USD atau setara dengan lebih dari Rp 116 juta.
Mengutip laporan media The Star Malaysia, peretasan laman resmi FAM oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terjadi pada Senin (6/10). Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran atas keamanan data dan catatan sepak bola negara tersebut.
Laman CMS FAM diketahui merupakan platform daring utama yang menyimpan informasi penting, seperti catatan pemain, statistik pertandingan, pendaftaran tim, dan dokumen kompetisi, di bawah manajemen FAM.
Hingga berita ini ditulis, peretasan tersebut masih terjadi. JawaPos.com coba membuka laman CMS FAM dan dituliskan bahwa pemilik web diharuskan menebus dengan sejumlah uang bila ingin lamannya kembali seperti semula.
"Domain/server/database telah diretas. Silakan lakukan pembayaran sebesar 7000 USD untuk keamanan server," demikian bunyi pesan yang terlihat saat memasuki situs web tersebut.
"Jika Anda pemilik domain, klik tombol di bawah ini untuk melakukan pembayaran. Demi keamanan, jika pembayaran tidak dilakukan dalam waktu 13 jam, semua basis data akan dihapus secara otomatis," tambah pesan tersebut.
Jika dikonversi ke mata uang ringgit, FAM diminta menyiapkan dana sebesar RM 29.500 atau setara dengan lebih dari Rp 116 juta.
Sampai saat ini FAM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peretasan ini. Tetapi diperkirakan federasi akan mengeluarkannya setelah laporan keamanan internalnya selesai.
Peretasan laman resmi FAM ini terjadi di tengah periode sulit untuk sepak bola Malaysia, terutama FAM. Sebab mereka lagi berada di bawah tekanan menyusul sanksi dari FIFA terkait tujuh pemain naturalisasi yang dianggap palsu.
Kebetulan pada Senin (6/10) adalah batas atau hari terakhir bagi FAM untuk mengajukan banding terhadap sanksi tersebut kepada FIFA.
Adapun ketujuh pemain tersebut antara lain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Mereka disanksi larangan bermain 12 bulan alias setahun di semua level termasuk level klub. FAM juga harus membayar denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau setara Rp 7,3 miliar. Para pemainnya pun didenda 2.000 Swiss Franc atau setara Rp 41 juta.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
