
Persis Solo soroti pekerjaan rumah soal fokus di menit akhir laga. (Dok. Instagram/@persisofficial)
JawaPos.com - Persis Solo kembali menelan kekalahan menyakitkan di BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Laskar Sambernyawa pulang tanpa poin setelah takluk 0-1 dari Borneo FC, Senin (22/9). Gol penentu kemenangan tuan rumah tercipta di masa injury time, memperpanjang catatan pahit Persis pada menit-menit akhir pertandingan.
Pelatih asal Belanda, Peter de Roo, menilai hasil tersebut bukan semata karena kurangnya kerja keras. Sepanjang 90 menit, Persis tampil disiplin dan mampu meredam serangan gelombang Pesut Etam. Namun konsentrasi kembali goyah ketika waktu normal hampir habis.
“Sebetulnya pertandingan lawan Borneo FC, kita sudah tetap fokus hingga menit terakhir tapi itulah sepak bola, kadang situasi tidak bisa diprediksi. Semua gol last minute itu datang di fokus yang berkurang dan ini akan kita perbaiki,” ujar De Roo.
Kisah serupa terjadi sepekan sebelumnya. Saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Manahan, Solo, pada 13 September silam, Persis sempat mengira laga akan berakhir imbang 1-1. Tetapi petaka datang ketika wasit memberikan penalti di menit 90+13. Sudi Abdallah mengeksekusi dengan dingin dan membawa Persijap meraih kemenangan 2-1.
De Roo menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi hingga peluit akhir, mencontohkan bagaimana momentum bisa berubah kapan saja.
“Dalam sepak bola, kita tidak boleh mengabaikan menit-menit akhir laga. Saya ingat Persib Bandung juga mencetak gol di saat pertandingan memasuki tambahan waktu bahkan dengan 10 pemain,” tambahnya.
Tiga kekalahan beruntun kini menempatkan Persis di dasar klasemen sementara Super League. Dari enam laga, Persis hanya mampu mengemas empat poin, satu kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Hasil ini menambah tekanan bagi Laskar Sambernyawa yang di awal musim menargetkan posisi papan tengah. De Roo menyebut evaluasi akan difokuskan pada ketahanan mental dan manajemen pertandingan agar skenario serupa tidak terulang. Fokus tidak boleh turun bahkan di menit 95 atau 100. Itu pekerjaan rumah yang wajib dibenahi oleh pelatih De Roo.
Dengan jadwal padat dan lawan-lawan tangguh menanti, Persis membutuhkan respons cepat. Perbaikan konsentrasi di menit-menit akhir menjadi kunci agar tim kebanggaan Kota Solo ini mampu bangkit dan meninggalkan zona merah Super League 2025/2026.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
