Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 23.49 WIB

Persis Solo Kembali Kehilangan Poin di Penghujung Laga, Peter de Roo Soroti Fokus Tim

Persis Solo soroti pekerjaan rumah soal fokus di menit akhir laga. (Dok. Instagram/@persisofficial) - Image

Persis Solo soroti pekerjaan rumah soal fokus di menit akhir laga. (Dok. Instagram/@persisofficial)

JawaPos.com - Persis Solo kembali menelan kekalahan menyakitkan di BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Laskar Sambernyawa pulang tanpa poin setelah takluk 0-1 dari Borneo FC, Senin (22/9). Gol penentu kemenangan tuan rumah tercipta di masa injury time, memperpanjang catatan pahit Persis pada menit-menit akhir pertandingan.

Pelatih asal Belanda, Peter de Roo, menilai hasil tersebut bukan semata karena kurangnya kerja keras. Sepanjang 90 menit, Persis tampil disiplin dan mampu meredam serangan gelombang Pesut Etam. Namun konsentrasi kembali goyah ketika waktu normal hampir habis.

“Sebetulnya pertandingan lawan Borneo FC, kita sudah tetap fokus hingga menit terakhir tapi itulah sepak bola, kadang situasi tidak bisa diprediksi. Semua gol last minute itu datang di fokus yang berkurang dan ini akan kita perbaiki,” ujar De Roo.

Kisah serupa terjadi sepekan sebelumnya. Saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Manahan, Solo, pada 13 September silam, Persis sempat mengira laga akan berakhir imbang 1-1. Tetapi petaka datang ketika wasit memberikan penalti di menit 90+13. Sudi Abdallah mengeksekusi dengan dingin dan membawa Persijap meraih kemenangan 2-1.

De Roo menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi hingga peluit akhir, mencontohkan bagaimana momentum bisa berubah kapan saja.

“Dalam sepak bola, kita tidak boleh mengabaikan menit-menit akhir laga. Saya ingat Persib Bandung juga mencetak gol di saat pertandingan memasuki tambahan waktu bahkan dengan 10 pemain,” tambahnya.

Tiga kekalahan beruntun kini menempatkan Persis di dasar klasemen sementara Super League. Dari enam laga, Persis hanya mampu mengemas empat poin, satu kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.

Hasil ini menambah tekanan bagi Laskar Sambernyawa yang di awal musim menargetkan posisi papan tengah. De Roo menyebut evaluasi akan difokuskan pada ketahanan mental dan manajemen pertandingan agar skenario serupa tidak terulang. Fokus tidak boleh turun bahkan di menit 95 atau 100. Itu pekerjaan rumah yang wajib dibenahi oleh pelatih De Roo.

Dengan jadwal padat dan lawan-lawan tangguh menanti, Persis membutuhkan respons cepat. Perbaikan konsentrasi di menit-menit akhir menjadi kunci agar tim kebanggaan Kota Solo ini mampu bangkit dan meninggalkan zona merah Super League 2025/2026.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore