Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 23.54 WIB

Selain Kompetisi U-23, Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza Tawarkan Opsi Lain Agar Pemain Muda Dapat Jam Terbang: Gelar Piala Indonesia!

Foto: Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza dalam jumpa pers melawan Persis Solo. (Dok: Persija) - Image

Foto: Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza dalam jumpa pers melawan Persis Solo. (Dok: Persija)

JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza menawarkan opsi lain untuk memberikan jam terbang kepada para pemain muda. Selain menggelar kompetisi khusus U-23, dia menyarankan agar piala liga seperti Piala Indonesia dapat digulirkan lagi.

Persoalan minimnya menit bermain pemain muda muncul setelah dikeluhkan pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg. Keluhan itu diutarakan juru taktik asal Belanda tersebut usai Garuda ditahan imbang oleh Laos U-23 dalam laga perdana Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Timnas Indonesia U-23 bermain imbang tanpa gol lawan Laos U-23. Padahal Garuda Muda tampil mendominasi dan melepaskan 25 tembakan. Tapi hanya lima yang tepat sasaran dan tanpa gol.

Vanenburg mengatakan bahwa tumpulnya lini depan Timnas Indonesia U-23 dikarenakan minimnya menit bermain yang diperoleh para penyerangnya. Dia menyebut penghuni lini depan Garuda tiap laganya hanya tampil tak lebih 40 menit.

Pernyataan Vanenburg ini menuai pro dan kontra. Sebab PSSI dan I.League sendiri sebenarnya sudah berupaya agar pemain muda dapat menit bermain. Yakni memberlakukan regulasi yang mendorong klub memainkan para pesepak bola berusia di bawah 23 tahun di liga.

Pada Super League musim 2025/2026, setiap tim kontestan diwajibkan memiliki minimal lima pemain kelahiran 2003. Salah satu di antara pemain itu harus dimainkan sebagai pemain inti alias starter selama 45 menit dalam satu pertandingan.

Pun begitu demikian, regulasi tersebut nyatanya belum terlalu efektif untuk memberikan wadah bagi para pemain muda untuk berkembang di klub sebelum masuk Timnas Indonesia level kelompok umur.

Mauricio Souza sebagai pelatih klub Persija Jakarta pun menanggapi pernyataan Vanenburg. Dia menilai akar persoalan ada pada sistem kompetisi yang tak memberi ruang cukup bagi pemain muda.

Souza menyarankan agar PSSI dan I.League selaku operator kompetisi, untuk menggelar piala liga yang berjalan beriringan dengan Super League 2025/2026. Ajang ini sudah dinilainya dapat membuat tim-tim memainkan pemain mudanya.

“Menurut saya kompetisi Indonesia memerlukan (kompetisi model) piala. Mereka dapat memainkan pemain U-23 di kompetisi itu, karena ada dua kompetisi,” kata Mauricio Souza di Persija Training Ground.

Menurut Souza, keberadaan ajang seperti Piala Indonesia bisa menjadi solusi untuk persoalan tersebut. Setiap klub jadi bisa fokus ke liga dengan skuad utama, sementara para pemain muda mendapat panggung di ajang piala.

Piala liga sudah diterapkan di banyak negara dan terbukti ampuh. Termasuk di Brasil, di mana para pemain muda dapat kesempatan bermain. Bahkan klub sampai mengeluhkan karena terlalu banyak kompetisi.

"Di Brasil mereka mengeluh karena mereka sering bermain di sana. Saya pikir di sini kami bisa dengan mudah memenangkan piala. Bulan ini kami akan memainkan tiga pertandingan. Jadi akan mudah untuk memikirkan kompetisi baru," terang Souza.

"Tapi saya mengerti pelatih tim nasional. Dia punya masalah dan itu nyata. Saya mendukungnya, saya pikir. Tapi kami tidak punya banyak hal untuk dipecahkan," tambahnya.

Piala liga sebenarnya pernah bergulir di Indonesia. Terakhir bernama Piala Indonesia, yang digelar pada 2019 sebagai edisi pamungkas. Saat itu PSM Makassar jadi juaranya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore