Toni Firmansyah siap wakili Persebaya Surabaya di Timnas Indonesia berjuang pada Kualifikasi AFC U-23 2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Toni Firmansyah kembali membuktikan kualitasnya bersama Timnas Indonesia U-23 di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Wonderkid Persebaya Surabaya itu tampil impresif saat Garuda Muda ditahan imbang Laos 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025).
Meski Indonesia gagal memetik kemenangan, Toni tetap menjadi sorotan utama dengan performa apiknya di lini tengah. Ia mencatat rating tinggi 8.1 dalam 74 menit penampilannya sebelum digantikan Frengky Missa.
Toni tidak hanya berani mengambil risiko dengan melepaskan tembakan, tetapi juga rajin membantu transisi permainan. Statistiknya menunjukkan kontribusi besar, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Pemain berusia 18 tahun itu melepaskan tiga percobaan tembakan, dengan satu di antaranya tepat sasaran. Dua lainnya masih melenceng dari target, namun cukup memberi ancaman bagi pertahanan Laos.
Selain agresif dalam menyerang, Toni juga solid dalam distribusi bola. Ia mencatat 33 operan sukses dengan akurasi yang baik meski sempat kehilangan sembilan umpan.
Kerja kerasnya di lini tengah terlihat dari delapan kali recovery bola. Ia juga melakukan tiga tekel bersih dan sekali intersep untuk memutus serangan lawan.
Tak hanya itu, Toni juga sempat dua kali memenangkan duel udara. Meskipun sempat gagal sekali dalam duel kepala, kontribusinya tetap membuat lini tengah Indonesia hidup.
Aksi-aksi Toni tercatat sejak babak pertama ketika ia melepaskan tembakan tepat sasaran di menit ke-24. Tendangan kerasnya menguji kiper Laos dan membuat suporter bersorak.
Di menit ke-38, Toni kembali mencoba peruntungannya lewat sepakan spekulasi. Sayangnya bola masih melenceng tipis dari gawang lawan.
Memasuki babak kedua, pergerakannya semakin dominan dalam mengatur ritme serangan. Ia beberapa kali terlibat dalam skema build-up bersama Arkhan Fikri dan Rayhan Hannan.
Pada menit ke-63, Toni nyaris mencetak gol lewat tembakan jarak jauh. Namun, bola masih melebar dan gagal menambah keunggulan bagi Garuda Muda.
Pelatih Gerald Vanenburg akhirnya menarik Toni keluar pada menit ke-74. Keputusan itu lebih karena kebutuhan rotasi dan penyegaran tenaga di lini tengah.
Sepeninggal Toni, Indonesia masih berusaha mencari gol hingga menit akhir. Beberapa peluang emas dari Hokky Caraka dan Rayhan Hannan juga belum berbuah hasil.
Laos sendiri tampil disiplin dengan bertahan rapat. Mereka juga bermain keras hingga mengoleksi lima kartu kuning sepanjang laga.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
