Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 16.54 WIB

Respons Kericuhan Suporter Persib Bandung dan PSIM Jogja, Erick Thohir Blak-blakan Minta Klub Tiru Cara Persija Jakarta Kontrol The Jakmania

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan bahwa proses naturalisasi dua calon pemain Timnas Indonesia belum dilakukan karena masih menunggu kelengkapan berkas. (FOTO: Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir buka suara mengenai kericuhan antar suporter yang terjadi usai duel PSIM Jogja vs Persib Bandung. Dia blak-blakan meminta klub-klub Indonesia bisa meniru Persija Jakarta yang mampu mengendalikan suporternya, The Jakmania.

Kericuhan antar suporter yang terjadi setelah pertandingan PSIM Jogja vs Persib Bandung berada di luar Stadion Sultan Agung, Bantul. Kericuhan terjadi berawal dari insiden bus rombongan suporter asal Bandung yang menyerempet salah satu suporter PSIM di kawasan simpang empat Pingit, Kota Yogyakarta, sekitar pukul 21.00 WIB.

Masalah itu kemudian sudah diselesaikan dengan korban dibawa ke rumah sakit. Suporter Persib pun memberikan santunan sebesar Rp 2.500.000. Namun informasi tersebut tak lengkap serta simpang siur sehingga terlanjur menyebar sehingga memicu reaksi di sejumlah titik lain. Tapi kericuhan akhirnya reda dan tak ada korban jiwa.

Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI pun merespons isu ini. Dia menyebut semua kegiatan dan masalah yang ada dalam kompetisi Super League 2025/2026, termasuk perihal suporter, menjadi tanggung jawab klub dan I.League selaku operator kompetisi sepenuhnya.

"Tanya ke Liga (I.League), kan kita dari PSSI sudah menyerahkan secara penuh tanggung jawab ke I.League dan klub. Dan kami akan monitoring langkah-langkah apa yang dilakukan oleh I.League," kata Erick Thohir di Hotel Mulia, Senin (25/8) malam.

"Yang pasti kami berposisi sejak awal bahwa kita ingin menyelamatkan sepak bola Indonesia, ingin memastikan supporter pulang ke rumah dengan selamat. Nah, jadi liga harus bertanggung jawab, klub-klub harus bertanggung jawab," tambahnya.

Erick menambahkan, hal itu sebenarnya sudah berkali-kali dia ingatkan ke seluruh klub dan juga I.League. PSSI sendiri disebutnya kini sudah punya komite suporter yang coba menggandeng suporter.

Di sisi lain, Erick tak ragu menjadikan Persija Jakarta sebagai contoh nyata yang bagus. Macan Kemayoran disebut olehnya telah melakukan langkah baik dalam penanganan suporter. Pujian pun diberikan Erick kepada Persija.

"Saya apresiasi kemarin dari Persija, melakukan self-control dengan suporternya, saya apresiasi. Saya berharap ya klub-klub di seluruh Indonesia mesti ada tadi kerjasama yang baik dengan suporternya," ucap Erick Thohir.

Lebih lanjut Erick juga meminta I.League harus punya peraturan keras terhadap suporter. Apalagi hal itu sudah diwanti-wanti oleh FIFA dan dia juga mengingatkan jangan sampai PSSI turun tangan terkait suporter.

"I.League juga harus punya policy yang benar-benar keras dan sesuai dengan pembicaraan dengan PSSI, kan kita sudah warning. Bahkan dari FIFA sudah me-warning. Cuma ya itu yang kita bilang makanya kita keras dan saya akan intervensi I.League percaya saya," katanya.

"Ya kalau saya udah keras saya keras seperti PSSI mengintervensi Liga ketika VAR Liga 1 Liga 2 berhasil kita juga intervensi perwasitan dan terbukti perwasitan membaik ya tetapi kalau operasionalnya Liga harus bertanggung jawab gitu," tutup Erick.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore