Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 07.03 WIB

Bongkar Kelemahan PSIM Yogyakarta! Jean-Paul Van Gastel Akui Finishing Laskar Mataram Masih Harus Dibenahi

Lini depan PSIM Yogyakarta jadi sorotan Jean-Paul Van Gastel di Super League 2025/2026. (Media PSIM) - Image

Lini depan PSIM Yogyakarta jadi sorotan Jean-Paul Van Gastel di Super League 2025/2026. (Media PSIM)

JawaPos.com — PSIM Yogyakarta kembali gagal meraih kemenangan penuh di pekan kedua Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8/2025), Laskar Mataram hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Arema FC.

Hasil ini tentu membuat kekecewaan tersendiri bagi tim yang baru saja kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah 18 tahun absen.

Terlebih lagi, PSIM sempat unggul jumlah pemain setelah Arema FC harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-54.

Arema FC justru lebih dulu unggul pada menit ke-41 lewat eksekusi penalti Dalberto. Hukuman penalti diberikan setelah Reva Adi melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang yang tak bisa dibantah.

PSIM berhasil menyamakan kedudukan jelang laga usai melalui gol bunuh diri Betinho pada menit ke-88. Bek asal Brasil itu salah mengantisipasi bola sundulan saat mencoba menghalau sepakan Norberto Vidal.

Pertandingan berlangsung panas dan penuh tensi tinggi sejak awal babak pertama. Wasit harus mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah demi meredam tensi laga yang memanas.

Empat kartu kuning diberikan untuk PSIM, sementara Arema FC mengantongi tiga kartu kuning. Satu kartu merah menjadi milik bek Singo Edan, Yann Motta, pada awal babak kedua.

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, mengakui anak asuhnya sebenarnya tampil lebih baik dari lawan di babak pertama.

Namun, kegagalan memaksimalkan peluang menjadi masalah utama yang membuat timnya gagal meraih kemenangan.

“Untuk babak pertama, kita bisa lebih bagus dari Arema FC. Punya banyak peluang, tapi belum beruntung. Babak kedua, Arema FC dapat kartu merah dan kita bisa cetak satu gol. Hasil imbang yang tidak kita inginkan,” ujar Van Gastel dikutip dari I.League, Minggu (17/8/2025).

Pelatih asal Belanda itu menyebut hasil imbang kali ini sangat mengecewakan. Apalagi laga tersebut adalah pertandingan home perdana PSIM di era baru Super League setelah penantian panjang.

“Saya pikir mestinya dari laga ini, kita sudah bisa dapat poin penuh. Hasil imbang yang membuat agak kecewa tentu,” ucapnya dengan nada kecewa.

Meski demikian, Van Gastel tetap memberi apresiasi terhadap kerja keras yang ditunjukkan para pemainnya. Ia menilai PSIM mampu menunjukkan keberanian dan karakter di hadapan ribuan pendukungnya.

“Ini adalah laga pertama (home) tim ini setelah kembali ke kasta BRI Super League setelah 18 tahun. Ini Era baru. Saya bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain,” tambahnya.

Soal evaluasi, Van Gastel dengan jujur mengungkap kelemahan timnya masih terletak pada penyelesaian akhir. Sejak masa pramusim, PSIM memang belum mampu menuntaskan peluang menjadi gol dengan lebih klinis.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore