
Gelandang Persebaya Surabaya Toni Firmansyah (kiri). (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Evolusi peran Toni Firmansyah menjadi salah satu cerita menarik di awal musim Super League 2025/2026. Dari semula dikenal sebagai gelandang box-to-box, kini pemain muda Persebaya Surabaya itu tampil solid sebagai gelandang bertahan murni.
Transformasi ini tidak lepas dari tangan dingin Eduardo Perez yang berani mengubah peran anak didiknya. Keputusan tersebut terbukti jitu karena Toni tampil disiplin, tangguh, dan konsisten, di lini tengah Green Force.
Dalam dua laga awal musim, Toni menunjukkan diri bisa menjadi kunci keseimbangan permainan. Ketika Persebaya Surabaya menang 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena, peran Toni sangat vital.
Dia tidak hanya sekadar memutus serangan lawan, tetapi juga mampu menjaga ritme permainan tim. Tenaganya seolah tidak pernah habis, berlari tanpa lelah selama 90 menit penuh.
Data Lapangbola mencatat penampilan Toni melawan Persita terbilang rapi. Dia meraih rating 6,9 dengan catatan 26 operan sukses dari 26 percobaan.
Meski begitu, Toni juga tampil garang dengan empat pelanggaran untuk menghentikan alur serangan lawan. Tekanan yang dia berikan membuat Persita kesulitan mengembangkan permainan.
Jika ditotal, statistik Toni musim ini juga menunjukkan grafik yang impresif. Dalam dua penampilan, dia mengoleksi 39 operan sukses dari 48 percobaan, delapan tekel, tiga intersep, serta lima sapuan.
Dia pun tercatat sudah mengantongi satu kartu kuning, namun belum sekalipun mendapat kartu merah. Enam kali pelanggaran yang dilakukannya masih dalam batas wajar untuk ukuran gelandang bertahan.
Perubahan peran ini terasa kontras jika melihat gaya main Toni musim lalu. Sebagai box-to-box, dia kerap naik membantu serangan, bahkan sesekali melepaskan tembakan jarak jauh.
Kini, peran itu digeser menjadi nomor enam yang lebih fokus menjaga kedalaman. Namun, justru di posisi ini Toni terlihat lebih nyaman dan bisa mengeluarkan seluruh potensinya.
Eduardo Perez sepertinya tahu betul kapasitas anak muda kelahiran Surabaya itu. Dia ingin Toni menjadi motor pertama yang memutus aliran bola lawan sebelum sampai ke jantung pertahanan.
Keputusan ini juga membantu kinerja duet gelandang lain yang lebih kreatif. Dengan Toni sebagai peredam, gelandang serang Persebaya Surabaya punya kebebasan lebih untuk membantu lini depan.
Kemenangan atas Persita jelas menambah percaya diri Persebaya Surabaya untuk menatap laga berikutnya. Pekan ketiga, Green Force akan menjamu Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/8) malam.
Laga ini diprediksi bakal lebih berat karena Bali United punya skuad bintang dan berpengalaman. Meski belum menang dalam dua laga awal, Serdadu Tridatu juga belum terkalahkan dan masih solid.
Hasil imbang di kandang Malut United menunjukkan Bali United tetap punya daya saing tinggi. Artinya, Persebaya Surabaya harus tampil sempurna jika ingin kembali meraih tiga poin.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
