Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 19.32 WIB

Debut Manis Dua Pelatih Belanda di Indonesia Super League Redupkan Kiprah Juru Taktik Asal Spanyol

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, merupakan salah satu dari empat juru taktik asal Belanda yang berkarier di Indonesia Super League musim ini. (Media Bali United)

 

JawaPos.com - Sejumlah pelatih Belanda mulai mewarnai dinamika persaingan di Indonesia Super League musim ini. Meski tak semuanya meraih hasil positif, namun pencapaian mereka masih cukup menjanjikan.

Sejauh ini ada empat pelatih asal Belanda yang menangani klub Indonesia Super League musim ini. Mereka adalah Peter de Roo (Persis Solo), Jean-Paul Van Gastel (PSIM Yogyakarta), Johnny Jansen (Bali United) dan Jan Olde Riekerink (Dewa United).

Dan, tiga nama pertama merupakan para debutan di Super League. Sedangkan nama terakhir sudah lebih lama malang melintang di Tanah Air. Dari empat nama itu, dua di antaranya meraih kemenangan.

Peter de Roo bersama Persis Solo dan Van Gastel bersama PSIM sukses meraih tiga poin. Persis Solo yang bertamu ke Madura United FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (9/8), berhasil menang dengan skor 1-2 lewat gol dua pemain asal Jepang, Kodai Tanaka dan Sho Yamamoto.

Kemudian Van Gastel bersama PSIM sukses menggebuk Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo dengan skor tipis 0-1 lewat gol Nolberto Vidal pada pengujung laga.

Sementara itu, Bali United yang ditangani Johnny Jansen hanya mampu meraih satu poin setelah seri dari tamunya, Persik Kediri, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Sedangkan Jan Olde Riekerink, yang musim lalu sukses bersama Dewa United dengan finis di posisi runner-up, harus takluk dari Malut United di kandang sendiri.

Meski begitu, kiprah mereka setidaknya masih lebih baik daripada pelatih asal Spanyol yang menangani klub-klub Super League, yaitu Eduardo Perez dan Carlos Pena.

Eduardo Perez yang menangani Persebaya kalah dari PSIM dengan skor tipis 0-1. Sedangkan Carlos Pena malah dilumat 4-0 oleh Persija. Sebagaimana diketahui, pelatih asal Negeri Matador seringkali gagal memenuhi ekspektasi tim-tim di Tanah Air.

Sebelumnya, pada musim lalu, Carlos Pena juga gagal bersama Persija dan kontraknya diputus pada pertengahan akhir Liga 1. Lalu, dua musim lalu, Persebaya juga memecat pelatih Josep Gombau yang jumlah pertandingannya bahkan belum mencapai angka 10.

Meski begitu, menurut Pelatih Persis Solo, Peter de Roo, label kewarganegaraan tidak harus menjadi sorotan berlebih. Dari manapun asal negaranya, jika seorang pelatih punya kualitas yang konsisten, maka ia akan mampu membawa timnya berprestasi.

“Mestinya, ini tentang mereka yang menambah kualitas di kompetisi ini, bukan dari mana mereka berasal,” ujar Peter seperti dikutip dari laman resmi I-League.

Ia menambahkan laga pertama jangan dijadikan patokan karena kompetisi masih panjang. Ia juga menilai terlalu dini jika Persis Solo akan menjadi kandidat juara.

“Saya pikir sudah ada dua tim top di Indonesia yang dilatih oleh pelatih asal Belanda. Namun, saat ini masih terlalu dini untuk berbicara juara, dan Persis Solo harus bermain lebih baik dari laga perdana ini jika ingin berbicara tentang meraih trofi,” tegas Peter.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore