Rahmad Darmawan sudah memulai latihan tim Liga Indonesia All-Star jelang Piala Presiden 2025. (Dok. Liga Indonesia Baru)
JawaPos.com - Rahmad Darmawan dikenal sebagai pelatih spesialis Piala Indonesia. Juru taktik asal Lampung itu pun berharap piala liga tengah musim itu dapat digulirkan kembali, meskipun ada tim yang berpartisipasi di kancah internasional.
Piala Indonesia sudah lama tak digelar. Terakhir kali ajang itu bergulir pada 2019, di mana PSM Makassar keluar sebagai juara. Awalnya, penyelenggaraan vakum karena pandemi Covid-19 pada 2020.
Tapi, setelah Liga Indonesia bergulir lagi pada 2021/2022, Piala Indonesia tak pernah hadir kembali sampai saat ini. Otomatis kompetisi di Tanah Air kini hanya satu, yakni Liga 1 yang baru berubah nama jadi Super League mulai 2025/2026.
Kehadiran Piala Indonesia pun dirindukan oleh banyak pihak. Terlebih regulasi pemain asing kini diubah jadi 11, dengan delapan boleh masuk daftar susunan pemain dan bermain. Tapi, PSSI berkilah Piala Indonesia sulit digelar karena jadwal padat. Kondisi geografis juga jadi alasan karena Indonesia sangat luas.
Rahmad Darmawan sebagai penyandang predikat pelatih tersukses di Piala Indonesia, buka suara. Menurut dia, ajang itu penting untuk para pemain muda dan pelapis. Selain itu, di Piala Indonesia lah tim yang berada di kasta berbeda bisa saling berhadapan.
"Dulu kita pernah menggelar Piala Indonesia, dan pada momen itu kita melawan dengan tim-tim liga 2," kata Rahmad Darmawan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/7) malam.
"Dan, itu memang memberikan kesempatan bermain kepada pemain-pemain yang jarang diberi kesempatan di kompetisi inti," tambahnya yang baru menyelesaikan pelatih Liga Indonesia All Star di Piala Presiden 2025.
Terkait jadwal, pelatih yang pernah meraih tiga gelar secara beruntun bersama Sriwijaya FC pada 2008, 2009, dan 2010 itu tak asing. Dia pernah merasakan tiga kompetisi berbeda dalam satu musim dan semuanya bisa dijalani.
"Pada 2009 saya juga melakukan 3 kompetisi waktu itu, di Liga Champions, Piala AFC juga, dan kita harus melakukan rotasi pemain. Dan, tujuan kita adalah untuk memberikan menit bermain dan kesempatan kepada sekian banyak pemain," katanya.
Rahmad Darmawan memang berpengalaman dua tahun tampil di tiga ajang berbeda. Semuanya saat bersama Sriwijaya FC pada 2009, di mana kala itu Laskar Wong Kito tampil di Liga Champions Asia, selain Divisi Utama, dan Piala Indonesia. Namun, hasilnya Sriwijaya hanya bertarung di fase grup.
Sementara satu lagi pada 2010, Sriwijaya di tangan RD kembali ke kompetisi Asia. Tapi, kali itu bermainnya di AFC Cup setelah tersisih di kualifikasi Liga Champions Asia. Laskar Wong Kito berhasil melewati fase grup sebelum out di babak 16 besar.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
