Arief Catur Pamungkas jadi pemain Persebaya Surabaya paling banyak kartu pelanggaran. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya memulai era baru bersama pelatih Eduardo Perez dengan hasil positif dalam laga uji coba pramusim melawan Football West All Star di Australia. Namun, pekerjaan rumah besar menanti jelang kick-off Super League 2025/2026, terutama soal kedisiplinan pemain.
Catatan buruk musim lalu tak bisa diabaikan begitu saja, apalagi Persebaya Surabaya menjadi tim paling tidak fairplay kedua setelah Semen Padang.
Pelanggaran demi pelanggaran membuat Green Force harus lebih tegas dalam menjaga emosi di lapangan.
Persebaya Surabaya mengakhiri musim lalu dengan total 79 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, dan 4 kartu merah langsung.
Jika digabung, jumlah akumulasi pelanggaran tim ini mencetak 105 poin fairplay, angka yang cukup memalukan untuk klub sebesar Persebaya Surabaya.
Eduardo Perez jelas tak ingin warisan buruk ini terus berlanjut dan menjadi penghalang target besar di musim kompetisi 2025/2026. Disiplin jadi salah satu kunci utama dalam membangun fondasi tim yang solid dan kompetitif.
Satu pertandingan uji coba masih akan dijalani saat launching tim menghadapi PSIM Yogyakarta pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Laga ini bisa jadi momen evaluasi awal bagaimana progres kedisiplinan anak asuh Eduardo Perez jelang kompetisi resmi.
Tak bisa dipungkiri, era Paul Munster meninggalkan warisan agresivitas yang kelewat batas. Persebaya Surabaya butuh pendekatan berbeda, bukan hanya soal taktik tapi juga kontrol emosi dan mental bertanding para pemain.
Beberapa pemain tercatat jadi langganan kartu pelanggaran di musim lalu dan masih bertahan hingga musim ini. Nama-nama seperti Arief Catur dan Toni Firmansyah wajib jadi perhatian khusus dalam program disiplin tim.
Arief Catur mencatatkan 9 kartu kuning sepanjang musim lalu, tertinggi di skuad Persebaya Surabaya.
Sementara Toni Firmansyah menyusul dengan koleksi 7 kartu kuning, menjadikannya sebagai salah satu pemain paling berisiko saat tampil.
Bruno Moreira dan Dejan Tumbas juga masing-masing mencatatkan 6 kartu kuning, yang menunjukkan pelanggaran bukan hanya terjadi di satu posisi.
Bahkan gelandang Francisco Rivera juga tidak luput dari catatan buruk, dengan 5 kartu kuning.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
