Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 23.04 WIB

Eduardo Perez Wajib Tegas! Persebaya Surabaya Harus Jaga Emosi, Kurangi Kartu Pelanggaran di Super League 2025/2026

Arief Catur Pamungkas jadi pemain Persebaya Surabaya paling banyak kartu pelanggaran. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya memulai era baru bersama pelatih Eduardo Perez dengan hasil positif dalam laga uji coba pramusim melawan Football West All Star di Australia. Namun, pekerjaan rumah besar menanti jelang kick-off Super League 2025/2026, terutama soal kedisiplinan pemain.

Catatan buruk musim lalu tak bisa diabaikan begitu saja, apalagi Persebaya Surabaya menjadi tim paling tidak fairplay kedua setelah Semen Padang.

Pelanggaran demi pelanggaran membuat Green Force harus lebih tegas dalam menjaga emosi di lapangan.

Persebaya Surabaya mengakhiri musim lalu dengan total 79 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, dan 4 kartu merah langsung.

Jika digabung, jumlah akumulasi pelanggaran tim ini mencetak 105 poin fairplay, angka yang cukup memalukan untuk klub sebesar Persebaya Surabaya.

Eduardo Perez jelas tak ingin warisan buruk ini terus berlanjut dan menjadi penghalang target besar di musim kompetisi 2025/2026. Disiplin jadi salah satu kunci utama dalam membangun fondasi tim yang solid dan kompetitif.

Satu pertandingan uji coba masih akan dijalani saat launching tim menghadapi PSIM Yogyakarta pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Laga ini bisa jadi momen evaluasi awal bagaimana progres kedisiplinan anak asuh Eduardo Perez jelang kompetisi resmi.

Tak bisa dipungkiri, era Paul Munster meninggalkan warisan agresivitas yang kelewat batas. Persebaya Surabaya butuh pendekatan berbeda, bukan hanya soal taktik tapi juga kontrol emosi dan mental bertanding para pemain.

Beberapa pemain tercatat jadi langganan kartu pelanggaran di musim lalu dan masih bertahan hingga musim ini. Nama-nama seperti Arief Catur dan Toni Firmansyah wajib jadi perhatian khusus dalam program disiplin tim.

Arief Catur mencatatkan 9 kartu kuning sepanjang musim lalu, tertinggi di skuad Persebaya Surabaya.

Sementara Toni Firmansyah menyusul dengan koleksi 7 kartu kuning, menjadikannya sebagai salah satu pemain paling berisiko saat tampil.

Bruno Moreira dan Dejan Tumbas juga masing-masing mencatatkan 6 kartu kuning, yang menunjukkan pelanggaran bukan hanya terjadi di satu posisi.

Bahkan gelandang Francisco Rivera juga tidak luput dari catatan buruk, dengan 5 kartu kuning.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore